Chelsea telah membidik Maxence Lacroix setelah dua musim impresif di sepak bola Inggris
Sururi al faruq
Ahad, 26 Juli 2026 - 10:03 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Inggris; Selama kampanye Premier League 2025-26, ia menjadi satu-satunya pemain yang mencatat setidaknya 50 tekel (60), 200 duel dimenangkan (204), dan 250 sapuan (252).
Dengan tinggi 6 kaki 4 inci (sekitar 193 cm), Lacroix menggabungkan kekuatan di udara dengan kecepatan pemulihan yang luar biasa. Sejak bergabung dari Wolfsburg pada 2024, ia termasuk dalam lima bek tengah tercepat di Premier League, dengan kecepatan puncak 35,81 km/jam.
Atletisme tersebut tercermin dalam angka-angka pertahanannya. Sepanjang dua musim Premier League terakhir, Lacroix mencatat persentase keberhasilan terbaik dalam situasi satu lawan satu di antara pemain yang menghadapi setidaknya 50 duel semacam itu, dengan memenangkan penguasaan bola sebanyak 50,5% dari waktu.
Lacroix juga serba bisa secara taktis. Nyaman dimainkan baik dalam formasi empat bek maupun tiga bek, ia menghabiskan dua musim bermain di pertahanan tiga pemain ala Oliver Glasner di Crystal Palace, tetapi juga telah menunjukkan bahwa ia dapat beroperasi secara efektif dalam formasi empat bek yang lebih konvensional.
Fleksibilitas itu menawarkan opsi tambahan bagi Chelsea, dengan pelatih kepala Xabi Alonso yang telah menggunakan kedua sistem tersebut selama karier kepelatihannya.
Apa pendapat Anda tentang rencana perekrutan Lacroix? Apakah ia pemain yang dibutuhkan Chelsea dan akankah ia cocok di bawah asuhan Xabi Alonso?(*/saf/yahoosports)
Dengan tinggi 6 kaki 4 inci (sekitar 193 cm), Lacroix menggabungkan kekuatan di udara dengan kecepatan pemulihan yang luar biasa. Sejak bergabung dari Wolfsburg pada 2024, ia termasuk dalam lima bek tengah tercepat di Premier League, dengan kecepatan puncak 35,81 km/jam.
Atletisme tersebut tercermin dalam angka-angka pertahanannya. Sepanjang dua musim Premier League terakhir, Lacroix mencatat persentase keberhasilan terbaik dalam situasi satu lawan satu di antara pemain yang menghadapi setidaknya 50 duel semacam itu, dengan memenangkan penguasaan bola sebanyak 50,5% dari waktu.
Lacroix juga serba bisa secara taktis. Nyaman dimainkan baik dalam formasi empat bek maupun tiga bek, ia menghabiskan dua musim bermain di pertahanan tiga pemain ala Oliver Glasner di Crystal Palace, tetapi juga telah menunjukkan bahwa ia dapat beroperasi secara efektif dalam formasi empat bek yang lebih konvensional.
Fleksibilitas itu menawarkan opsi tambahan bagi Chelsea, dengan pelatih kepala Xabi Alonso yang telah menggunakan kedua sistem tersebut selama karier kepelatihannya.
Apa pendapat Anda tentang rencana perekrutan Lacroix? Apakah ia pemain yang dibutuhkan Chelsea dan akankah ia cocok di bawah asuhan Xabi Alonso?(*/saf/yahoosports)
(lam)