LANGIT7.ID-, Ponorogo - - Pimpinan
Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG)
KH Hasan Abdullah Sahal menegaskan komitmen Pondok Gontor untuk tetap fokus pada
pendidikan dan pembinaan umat.
Pernyataan tersebut disampaikan KH Hasan dalam Resepsi Kesyukuran
100 Tahun Gontor yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Acara tersebut turut dihadiri
Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Menteri Agama Kunjungi Gontor, Mushaf Khusus Pesantren Segera DitashihDi hadapan
Presiden Prabowo,
KH Hasan menyampaikan bahwa Gontor memilih untuk terus bergerak melalui jalur pendidikan. Menurutnya, perjalanan sejarah tidak hanya perlu dipelajari, tetapi juga harus menjadi pijakan untuk membangun sejarah dan peradaban baru.
"Kami tetap memilih pendidikan.
Bapak Presiden, saya ngomong agak tidak enak ya Pak.
Sorry ye. Dulu Bapak Presiden Soekarno mengatakan
Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah," kata
KH Hasan.
Namun, ia menekankan bahwa Pondok
Gontor tidak ingin sekadar menjadi lembaga yang belajar dari sejarah.
"Gontor, tidak puas. Apa
Gontor? Cerdaslah menyikapi sejarah karena kita akan membangun sejarah. Tidak menyerah pada sejarah. Tidak hanya berguru pada sejarah, tetapi kita membangun sejarah, membangun peradaban dari
Gontor," ujarnya.
KH Hasan juga menegaskan hubungan Gontor dengan pemerintah akan dibangun berdasarkan kepercayaan dan prasangka baik atau
husnudzon."Insya Allah selama Pak Presiden husnudzon kepada saya dengan Gontor,
insya Allah Gontor
husnudzon ke Bapak Presiden," tuturnya.
Baca juga: Tampil di WMSJ 2025, Iwan Fals Bawa Pesan Damai Lewat Lagu '100 Tahun Gontor'Ia kembali menegaskan pilihan Gontor untuk menjadikan pendidikan sebagai fokus utama pesantren.
"Pondok ini memilih menetapkan, memutuskan untuk memilih pendidikan," kata KH Hasan.
Menurut dia, kiprah para alumni Gontor selama ini menjadi salah satu bagian dari kontribusi pesantren dalam membina masyarakat. Para alumni disebut telah berkiprah di berbagai bidang, termasuk eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
"Insya Allah tetap sama-sama membina umat, membina bangsa kita sesuai dengan cita-cita Republik Indonesia," katanya.
Perjalanan 100 Tahun GontorDalam kesempatan tersebut, KH Hasan juga menceritakan perjalanan panjang Gontor dalam menjalankan peran pendidikan dan pembinaan umat hingga memasuki
usia satu abad.
Ia mengungkapkan, pada 1958 kompleks Pondok Gontor hanya memiliki luas sekitar 1,2 hektare. Menurutnya, luas tersebut masih tergolong kecil untuk sebuah lembaga pendidikan agama.
Setelah 100 tahun perjalanan, luas kawasan Gontor kini disebut telah mencapai sekitar 1.200 hektare.
"Sekarang, setelah
100 tahun, belum banyak juga, 1.200 hektar. Maka saya tidak gemen-gemen, tidak ragu-ragu. Kedatangan Bapak Presiden ini insyaAllah berkah memberkahi. 1.000 hektar, saya yakin," ujar KH Hasan.
Baca juga: Ponpes Modern Gontor Ponorogo Juara Fahmil Qur'an 2025Ia menilai perjalanan panjang tersebut menunjukkan komitmen Gontor untuk terus berkembang melalui pendidikan sekaligus memberikan kontribusi bagi pembinaan umat dan bangsa.
(est)