LANGIT7.ID-Jombang; Sudah puluhan tahun masyarakat Indonesia bergulat dengan jerat utang rentenir yang bunganya mencekik. Kini, pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan menghadirkan solusi nyata: pinjaman lunak dari kekuatan ekonomi Indonesia sendiri, tanpa perlu lagi bergantung pada tengkulak atau pihak lain yang memberatkan.
Dalam pidato penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Senin lalu, Prabowo menyampaikan visinya tentang negara yang hadir untuk melindungi warganya dari praktik pinjaman yang tidak adil.
"Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, hidup dengan baik, bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak, punya penghasilan tiap bulan yang layak, yang cukup," ucapnya dengan penuh keyakinan.
"Sehingga tidak perlu pinjam uang dari rentenir-rentenir," tegasnya.
Janji ini disambut hangat oleh para kiai dan peserta muktamar. Pasalnya, praktik rentenir selama ini kerap menjadi momok bagi masyarakat kelas bawah yang terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hanya untuk berakhir pada lingkaran kemiskinan yang tak berujung. Bunga yang melambung, tekanan pembayaran yang ketat, hingga ancaman kehilangan aset seringkali menjadi harga yang harus dibayar oleh mereka yang paling tidak mampu.
Prabowo menegaskan bahwa negara akan hadir dengan skema pembiayaan yang tidak memberatkan, bersumber dari kekuatan ekonomi nasional. Dengan demikian, masyarakat tak perlu lagi mencari jalan pintas ke rentenir atau tengkulak yang kerap memanfaatkan kondisi darurat.
"Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapa pun. Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat," janjinya.
Dengan kebijakan ini, Presiden optimis jutaan rakyat Indonesia bisa terangkat dari kemiskinan. Ia mengaku telah menghitung secara cermat setiap aspek kebijakan tersebut, hingga ke rupiah terkecil, dan meyakini program ini akan berhasil.
"Saya sudah menghitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya, saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Dan kita sudah buktikan dalam dua tahun pertama kita," pungkas Prabowo di hadapan ribuan peserta muktamar yang memberikan tepuk tangan meriah.
Kehadiran negara melalui skema pinjaman lunak ini diharapkan menjadi terang baru bagi masyarakat kecil yang selama ini merasa sendirian menghadapi kesulitan ekonomi. Prabowo tampak bertekad menjadikan kemandirian rakyat sebagai fondasi utama pembangunan Indonesia ke depan.(*/saf)
(lam)