Harley-Davidson Naikkan Target Penjualan 2026, Pemulihan Mulai Terlihat
Dwi sasongko
Ahad, 26 Juli 2026 - 10:17 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Harley-Davidson telah menaikkan target penjualan motor global setahun penuh setelah mencatatkan kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan. Langkah ini cukup membuktikan klaim terbaru bahwa strategi pemulihan mereka akhirnya mulai menunjukkan hasil.
Merek asal Amerika ini kini memperkirakan akan menjual antara 133.500 hingga 138.500 unit motor secara global pada tahun 2026, naik dari panduan sebelumnya yaitu 130.000 hingga 135.000 unit, setelah penjualan ritel di Amerika Utara melampaui ekspektasi selama kuartal kedua.
Ini adalah pembaruan yang signifikan, terutama karena datang hanya beberapa hari setelah firma investasi Loop Capital menaikkan peringkat saham Harley-Davidson dari Netral menjadi Beli. Pada saat itu, firma tersebut mengatakan masukan dari dealer menunjukkan strategi 'Back to the Bricks' perusahaan mulai memberikan dampak yang berarti, sehingga Loop Capital memprediksi penjualan yang lebih kuat serta profitabilitas yang membaik hingga tahun 2027.
Laporan pendapatan terbaru ini tidak berarti masalah Harley telah hilang, tetapi ini menunjukkan bahwa para analis mungkin telah melihat tren tersebut sebelum perusahaan secara resmi mengakuinya.
Penjualan Global dan Kinerja Regional
Selama kuartal kedua, penjualan ritel motor global Harley-Davidson naik 0,5% menjadi sekitar 42.500 unit, dengan Amerika Utara—seperti yang diduga—menjadi penyumbang terbesar. Penjualan di kawasan tersebut naik 3,1% menjadi 29.888 motor, cukup mengimbangi kinerja yang lebih lemah di tempat lain.
Namun, Eropa terus menjadi kekhawatiran terbesar Harley. Penjualan di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) turun sekitar 9%, menjadikan kawasan ini jauh tertinggal dari Amerika Utara. CEO Artie Starrs mengakui bahwa bisnis ini belum berada di posisi yang diinginkan Harley, menggambarkan Eropa sebagai pasar yang menantang dan mengatakan perusahaan "tidak puas" dengan kinerjanya di sana.
Merek asal Amerika ini kini memperkirakan akan menjual antara 133.500 hingga 138.500 unit motor secara global pada tahun 2026, naik dari panduan sebelumnya yaitu 130.000 hingga 135.000 unit, setelah penjualan ritel di Amerika Utara melampaui ekspektasi selama kuartal kedua.
Ini adalah pembaruan yang signifikan, terutama karena datang hanya beberapa hari setelah firma investasi Loop Capital menaikkan peringkat saham Harley-Davidson dari Netral menjadi Beli. Pada saat itu, firma tersebut mengatakan masukan dari dealer menunjukkan strategi 'Back to the Bricks' perusahaan mulai memberikan dampak yang berarti, sehingga Loop Capital memprediksi penjualan yang lebih kuat serta profitabilitas yang membaik hingga tahun 2027.
Laporan pendapatan terbaru ini tidak berarti masalah Harley telah hilang, tetapi ini menunjukkan bahwa para analis mungkin telah melihat tren tersebut sebelum perusahaan secara resmi mengakuinya.
Penjualan Global dan Kinerja Regional
Selama kuartal kedua, penjualan ritel motor global Harley-Davidson naik 0,5% menjadi sekitar 42.500 unit, dengan Amerika Utara—seperti yang diduga—menjadi penyumbang terbesar. Penjualan di kawasan tersebut naik 3,1% menjadi 29.888 motor, cukup mengimbangi kinerja yang lebih lemah di tempat lain.
Namun, Eropa terus menjadi kekhawatiran terbesar Harley. Penjualan di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) turun sekitar 9%, menjadikan kawasan ini jauh tertinggal dari Amerika Utara. CEO Artie Starrs mengakui bahwa bisnis ini belum berada di posisi yang diinginkan Harley, menggambarkan Eropa sebagai pasar yang menantang dan mengatakan perusahaan "tidak puas" dengan kinerjanya di sana.