LANGIT7.ID-, Jakarta - -
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membantah isu di media sosial yang menyebutkan bahwa Andi Syamsuddin Arsyad atau
Haji Isam mengakuisisi saham BBCA.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility
BCA Hera F. Haryn menekankan bahwa kabar yang beredar tersebut tidak benar.
Baca juga: Aksi Boikot, CEO Forest Bev Ancam Pindahkan Payroll Karyawan dari Bank Mandiri ke BCA“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap
BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Hera meminta publik untuk mengakses informasi dari sumber resmi perusahaan maupun media media yang kredibel. Dia juga menegaskan bahwa
BCA beroperasi dengan prinsip kehati-hatian, berintegritas dan sesuai regulasi yang berlaku.
"Kami mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel.
BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku," pungkasnya.
Baca juga: Kinerja BCA Syariah Semester I 2026 Tumbuh Solid, Aset Naik 17,2%Sebelumnya, kabar Haji Isam mengakuisisi saham BCA beredar luas di platform Instagram. Akun @stockwise.id mengatakan bahwa
Haji Isam mengakuisisi saham perbankan milik Grup Djarum itu melalui jaringan bisnis miliknya.
"Melalui jaringan bisnisnya, pengusaha asal Kalimantan Selatan tersebut dikabarkan bakal melakukan akuisisi kepemilikan di Bank Central Asia (BCA) yang selama ini identik dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono," tulis unggahan tersebut.
(est)