Seorang Pria Tewas Secara Misterius, Diduga Karumga Eks Jampidus Febrie Adriansyah
Esti setiyowati
Ahad, 26 Juli 2026 - 19:42 WIB
Ilustrasi jenazah. Foto: Pexels.
Seorang pria bernama Sutrimo, yang diduga sebagai kepala rumah tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, ditemukan tewas secara misterius.
Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan sudah tidak bergerak di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.
Baca juga: Ini 3 Kasus Korupsi yang Menumbangkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Pihak rumah sakit menyatakan Sutrimo diterima dalam kondisi telah meninggal dunia. Jenazah Sutrimo disebut diantar oleh empat orang tidak dikenal. Dalam unggahan yang viral di X, mantan karyawan Klinik Mordent, Agung mengatakan Sutrimo pernah bekerja di klinik tersebut selama sekitar dua tahun. Klinik itu disebut milik mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Sementara itu, berdasarkan keterangan keluarga, jenazah Sutrimo tiba di rumah duka pada Kamis malam dan diantar oleh tiga orang, yakni seorang sopir serta dua pria yang menurut keluarga berpenampilan seperti anggota militer. Hingga kini, identitas para pengantar tersebut belum diketahui secara pasti.
Keluarga juga menyebut jenazah telah dimandikan dan dikafani sebelum diserahkan kepada mereka. Karena proses tersebut telah dilakukan pihak rumah sakit, keluarga mengaku tidak membuka kain kafan dan hanya sempat melihat bagian wajah almarhum sebelum dishalatkan dan dimakamkan.
Selain itu, keluarga mempertanyakan keberadaan sejumlah barang pribadi milik Sutrimo, seperti telepon seluler, kartu ATM, dompet, dan pakaian yang dikenakan korban sebelum meninggal. Menurut keluarga, hingga kini barang-barang tersebut belum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sutrimo ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan sudah tidak bergerak di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.
Baca juga: Ini 3 Kasus Korupsi yang Menumbangkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Pihak rumah sakit menyatakan Sutrimo diterima dalam kondisi telah meninggal dunia. Jenazah Sutrimo disebut diantar oleh empat orang tidak dikenal. Dalam unggahan yang viral di X, mantan karyawan Klinik Mordent, Agung mengatakan Sutrimo pernah bekerja di klinik tersebut selama sekitar dua tahun. Klinik itu disebut milik mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Sementara itu, berdasarkan keterangan keluarga, jenazah Sutrimo tiba di rumah duka pada Kamis malam dan diantar oleh tiga orang, yakni seorang sopir serta dua pria yang menurut keluarga berpenampilan seperti anggota militer. Hingga kini, identitas para pengantar tersebut belum diketahui secara pasti.
Keluarga juga menyebut jenazah telah dimandikan dan dikafani sebelum diserahkan kepada mereka. Karena proses tersebut telah dilakukan pihak rumah sakit, keluarga mengaku tidak membuka kain kafan dan hanya sempat melihat bagian wajah almarhum sebelum dishalatkan dan dimakamkan.
Selain itu, keluarga mempertanyakan keberadaan sejumlah barang pribadi milik Sutrimo, seperti telepon seluler, kartu ATM, dompet, dan pakaian yang dikenakan korban sebelum meninggal. Menurut keluarga, hingga kini barang-barang tersebut belum diserahkan kepada pihak keluarga.