Iran Melawan Balik AS di Tengah Serangan Regional yang Memanas
Sururi al faruq
Kamis, 30 Juli 2026 - 08:28 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Tehran, Iran; Iran terus melawan Amerika Serikat dan kepentingan-kepentingan rivalnya di kawasan, seiring dengan gelombang serangan terbaru yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu merilis rekaman serangan malam hari terhadap pangkalan militer AS di Yordania, yang diklaim sebagai balasan atas "tindakan agresif" AS. Yordania menyatakan bahwa kelima rudal balistik berhasil dicegat, tetapi Presiden AS Donald Trump mengancam akan membalas serangan tersebut dengan menghantam Iran keras-keras.
"Mereka akan dihajar," ujar Trump kepada Fox News, seraya menambahkan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan tindakan tambahan terhadap kelompok-kelompok pro-Iran di kawasan, termasuk Irak.
Di dalam negeri Iran, otor setempat melaporkan pada Rabu sore bahwa sebuah rudal menghantam wilayah perbatasan di Provinsi Azerbaijan Barat, namun tidak ada korban jiwa. Tak lama setelah itu, Israel menyatakan bahwa sebuah drone yang diluncurkan oleh Hizbullah, kelompok Lebanon yang didukung Iran, menargetkan kendaraan militer Israel di Lebanon selatan yang diduduki.
Kelompok Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman pekan ini melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas minyak Saudi dan kapal-kapal yang terafiliasi dengan Saudi di Selat Bab al-Mandeb. Sementara itu, AS dan Saudi pada Rabu melakukan serangan gabungan terhadap pasukan pro-Iran di Irak, yang menewaskan sedikitnya 20 pejuang.
Pada Selasa malam, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, memaparkan sikap Iran mengenai Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa proposal Oman untuk pembagian pengelolaan selat dengan porsi 50-50 tidak dapat diterima.
Dalam wawancara dengan TV pemerintah, ia menambahkan bahwa Tehran tidak akan mengakui jalur selatan yang didukung AS di dekat negara Teluk tersebut, maupun jalur ketiga yang ditawarkan dalam proposal itu. Ia juga menolak operasi pembersihan ranjau di jalur perairan strategis itu oleh kekuatan asing.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu merilis rekaman serangan malam hari terhadap pangkalan militer AS di Yordania, yang diklaim sebagai balasan atas "tindakan agresif" AS. Yordania menyatakan bahwa kelima rudal balistik berhasil dicegat, tetapi Presiden AS Donald Trump mengancam akan membalas serangan tersebut dengan menghantam Iran keras-keras.
"Mereka akan dihajar," ujar Trump kepada Fox News, seraya menambahkan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan tindakan tambahan terhadap kelompok-kelompok pro-Iran di kawasan, termasuk Irak.
Di dalam negeri Iran, otor setempat melaporkan pada Rabu sore bahwa sebuah rudal menghantam wilayah perbatasan di Provinsi Azerbaijan Barat, namun tidak ada korban jiwa. Tak lama setelah itu, Israel menyatakan bahwa sebuah drone yang diluncurkan oleh Hizbullah, kelompok Lebanon yang didukung Iran, menargetkan kendaraan militer Israel di Lebanon selatan yang diduduki.
Kelompok Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman pekan ini melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas minyak Saudi dan kapal-kapal yang terafiliasi dengan Saudi di Selat Bab al-Mandeb. Sementara itu, AS dan Saudi pada Rabu melakukan serangan gabungan terhadap pasukan pro-Iran di Irak, yang menewaskan sedikitnya 20 pejuang.
Pada Selasa malam, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, memaparkan sikap Iran mengenai Selat Hormuz. Ia mengatakan bahwa proposal Oman untuk pembagian pengelolaan selat dengan porsi 50-50 tidak dapat diterima.
Dalam wawancara dengan TV pemerintah, ia menambahkan bahwa Tehran tidak akan mengakui jalur selatan yang didukung AS di dekat negara Teluk tersebut, maupun jalur ketiga yang ditawarkan dalam proposal itu. Ia juga menolak operasi pembersihan ranjau di jalur perairan strategis itu oleh kekuatan asing.