BAZNAS dan KP2MI Perkuat Sinergi Zakat untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia
Tim langit 7
Kamis, 30 Juli 2026 - 14:15 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi pengelolaan zakat dan program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui agenda audiensi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa (28/7).
Audiensi ini berfokus pada evaluasi dan penyempurnaan nota kesepahaman (MoU) guna mengoptimalkan pengelolaan dan mobilisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pada kesempatan yang sama, KP2MI juga menyerahkan donasi secara simbolis melalui BAZNAS sebesar Rp100.000.000 untuk disalurkan kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyebut sinergi ini difokuskan pada penguatan peran BAZNAS dalam menghimpun hingga menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang secara khusus ditujukan bagi kesejahteraan para pekerja migran.
"Secara umum ada dua hal besar, satu adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini," jelas Sodik Mudjahid dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, melalui sinergi ini, BAZNAS juga menyiapkan dukungan dana tambahan bagi calon Pekerja Migran Indonesia yang sedang menjalani pelatihan persiapan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Sodik menjelaskan, program bantuan berupa beasiswa pendidikan dan pelatihan kewirausahaan turut dialokasikan bagi keluarga PMI yang ditinggalkan di dalam negeri.
"Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzakki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman," katanya.
Audiensi ini berfokus pada evaluasi dan penyempurnaan nota kesepahaman (MoU) guna mengoptimalkan pengelolaan dan mobilisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pada kesempatan yang sama, KP2MI juga menyerahkan donasi secara simbolis melalui BAZNAS sebesar Rp100.000.000 untuk disalurkan kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyebut sinergi ini difokuskan pada penguatan peran BAZNAS dalam menghimpun hingga menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang secara khusus ditujukan bagi kesejahteraan para pekerja migran.
"Secara umum ada dua hal besar, satu adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini," jelas Sodik Mudjahid dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, melalui sinergi ini, BAZNAS juga menyiapkan dukungan dana tambahan bagi calon Pekerja Migran Indonesia yang sedang menjalani pelatihan persiapan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Sodik menjelaskan, program bantuan berupa beasiswa pendidikan dan pelatihan kewirausahaan turut dialokasikan bagi keluarga PMI yang ditinggalkan di dalam negeri.
"Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzakki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman," katanya.