home global news

Fadli Zon Dampingi Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang

Jum'at, 31 Juli 2026 - 08:12 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam peresmian Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah. Peresmian yang turut dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih tersebut menandai komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melestarikan cagar budaya serta mendukung pemajuan kebudayaan Indonesia.

Stasiun Semarang Tawang dibangun pada tahun 1911 oleh perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) berdasarkan rancangan arsitek belanda Ir. Sloth-Blauwboer. Stasiun ini mulai beroperasi tahun 1914, dengan lokasinya yang strategis di pusat kota Semarang, menjadikannya salah satu pendukung kegiatan perdagangan. Dengan nilai sejarah yang panjang, termasuk dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia, Stasiun Semarang Tawang ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW.007/MKP/2010 Tahun 2010.

Dalam peresmian Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa revitalisasi Stasiun Semarang Tawang merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya strategis dalam pelestarian bangunan bersejarah sekaligus peningkatan kualitas layanan transportasi publik.

Bobby menambahkan bahwa revitalisasi dan beautifikasi dilakukan selama 330 hari yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pemulihan fasad bagian depan, dome atas, hall utama, serta sisi barat dan timur bangunan. Seluruh proses restorasi dilakukan dengan mengacu pada foto-foto dokumentasi lama sehingga bentuk asli bangunan dapat dikembalikan seperti semua, termasuk berbagai ornamen arsitektur yang ada. “Semua ornamen yang ada di sini kami kembalikan ke bentuk semula sehingga bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus terjaga kelestarian dan jejak sejarahnya,” ujar Bobby Rasyidin dalam keterangannya, dikutip Jumat (31/7/2026).

Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya menegaskan bahwa Stasiun Semarang Tawang adalah bangunan yang sarat akan nilai sejarah. Presiden RI menilai, revitalisasi Stasiun Semarang Tawang bukan hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas, memori dan perjalanan sejarah Indonesia.

“Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya. Kita memang mengalami masa penjajahan yang lama, tapi kita juga manfaatkan masa itu. Karena itu, penting juga untuk melestarikan semua (bangunan cagar budaya) yang kita miliki. Kita harus melestarikan kuil-kuil, semua bangunan dari ratusan tahun lalu. Itu bagian dari sejarah dan identitas kita,” terang Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto turut memberikan apresiasi tertinggi kepada Dirut PT KAI yang telah mengambil langkah strategis dalam modernisasi sistem transportasi massal sekaligus merawat peninggalan bersejarah. Presiden RI menambahkan bahwa kereta api terus memainkan peran signifikan terhadap kehidupan bangsa, di mana kereta api merupakan instrumen logistik yang ekonomis serta memberikan manfaat kepada banyak rakyat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya