Zikir dan Doa Kebangsaan
Menag: Indeks Kerukunan Umat Beragama Capai Rekor Tertinggi
Esti setiyowati
Sabtu, 01 Agustus 2026 - 21:54 WIB
Menag: Indeks Kerukunan Umat Beragama Capai Rekor Tertinggi. Foto: Sekpres.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwaindeks kerukunan umat beragama di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, indeks tersebut meningkat menjadi 77,89, angka tertinggi yang pernah dicapai sejak Indonesia berdiri.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam acaraZikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam.
Baca juga:Prabowo Batal Hadir, Menag Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Menurut Menag, suasana kebersamaan yang terlihat dalam acara tersebut menjadi gambaran nyata bahwakerukunan antarumat beragama telah tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
"Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di masyarakat Indonesia yang majemuk. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini. Maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acaknya," ujar Nasaruddin.
Ia mengatakan ribuan umat dan tokoh lintas agama yang hadir dalam satu majelis untuk memanjatkan doa bagi bangsa menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk menjaga persatuan.
"Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," katanya.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam acaraZikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam.
Baca juga:Prabowo Batal Hadir, Menag Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Menurut Menag, suasana kebersamaan yang terlihat dalam acara tersebut menjadi gambaran nyata bahwakerukunan antarumat beragama telah tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
"Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di masyarakat Indonesia yang majemuk. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini. Maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acaknya," ujar Nasaruddin.
Ia mengatakan ribuan umat dan tokoh lintas agama yang hadir dalam satu majelis untuk memanjatkan doa bagi bangsa menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk menjaga persatuan.
"Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," katanya.