Update IKN: Progres Pembangunan Gedung MK dan Komisi Yudisial Capai 12,42%
Lusi mahgriefie
Senin, 03 Agustus 2026 - 15:16 WIB
Foto: ikn.go.id
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono memaparkan progres pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan proyek kawasan yudikatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Berdasarkan paparan progres konstruksi, Basuki menjelaskan, rata-rata progres bangunan gedung di kawasan yudikatif mencapai 11,8 persen, sementara progres pembangunan jalan kawasan yudikatif mencapai 27,6 persen dengan panjang 7,8 kilometer.
Secara khusus, Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial mengalami progres fisik per 29 Juli 2026 tercatat dengan rata-rata 12,41 persen.
Gedung Mahkamah Konstitusi ini direncanakan dibangun dengan total luas bangunan 44.691 meter persegi. Gedung tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan ruang pendukung, seperti ruang sidang pleno dengan kapasitas 400 orang, ruang rapat permusyawaratan hakim, ruang kerja kelembagaan, dan berbagai area pendukung lainnya.
Baca juga:Pembangunan IKN Tetap Berjalan Meski MK Putuskan Jakarta Masih sebagai Ibu Kota Negara
Hal tersebut disampaikan Basuki saat menerima kunjungan Hakim Konstitusi Yang Mulia Arsul Sani, bersama Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI, Heru Setiawan, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (1/8) lalu, mengutip laman resmi Nusantara, Senin (3/8/2026).
Diawali dengan pemaparan progres pembangunan Kawasan Nusantara di Balai Kota Otorita IKN, Basuki menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melaporkan perkembangan infrastruktur kawasan pemerintahan, khususnya pembangunan proyek kawasan yudikatif di KIPP Nusantara.
Berdasarkan paparan progres konstruksi, Basuki menjelaskan, rata-rata progres bangunan gedung di kawasan yudikatif mencapai 11,8 persen, sementara progres pembangunan jalan kawasan yudikatif mencapai 27,6 persen dengan panjang 7,8 kilometer.
Secara khusus, Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial mengalami progres fisik per 29 Juli 2026 tercatat dengan rata-rata 12,41 persen.
Gedung Mahkamah Konstitusi ini direncanakan dibangun dengan total luas bangunan 44.691 meter persegi. Gedung tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan ruang pendukung, seperti ruang sidang pleno dengan kapasitas 400 orang, ruang rapat permusyawaratan hakim, ruang kerja kelembagaan, dan berbagai area pendukung lainnya.
Baca juga:Pembangunan IKN Tetap Berjalan Meski MK Putuskan Jakarta Masih sebagai Ibu Kota Negara
Hal tersebut disampaikan Basuki saat menerima kunjungan Hakim Konstitusi Yang Mulia Arsul Sani, bersama Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi RI, Heru Setiawan, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (1/8) lalu, mengutip laman resmi Nusantara, Senin (3/8/2026).
Diawali dengan pemaparan progres pembangunan Kawasan Nusantara di Balai Kota Otorita IKN, Basuki menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melaporkan perkembangan infrastruktur kawasan pemerintahan, khususnya pembangunan proyek kawasan yudikatif di KIPP Nusantara.