home wirausaha syariah

Milfest 2026 Putar Ekonomi Rp234 Juta, Literasi Kemenag Buktikan Mampu Dongkrak UMKM

Rabu, 05 Agustus 2026 - 12:40 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Bogor; Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat budaya membaca, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha. Selama empat hari penyelenggaraan di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama, Ciawi, Bogor, festival tersebut mencatat estimasi perputaran ekonomi sekitar Rp234 juta.

Nilai tersebut berasal dari aktivitas 45 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka stan selama festival berlangsung. Berdasarkan data sementara, rata-rata omzet yang diperoleh setiap tenant mencapai sekitar Rp1,3 juta per stan per hari.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Alhamdulillah, jumlah tenant yang mengisi, baik di dalam maupun di luar area acara, mencapai 45 UMKM. Milfest ini sekaligus menjadi wadah pemberdayaan UMKM. Bahkan saat Pak Wakil Menteri meninjau langsung ke lapangan, respons para pelaku UMKM sangat positif. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan," ujar Arsad dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/8/2026).

Menurut Arsad, penyelenggaraan Milfest juga mengikuti arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar setiap program Kementerian Agama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat mengikuti festival maupun wisata literasi di UPQ.

Selama empat hari pelaksanaan, Milfest mencatat sebanyak 2.568 pengunjung. Mereka tidak hanya mengunjungi pameran buku dan bazar UMKM, tetapi juga mengikuti wisata literasi yang memperkenalkan proses pencetakan Al-Qur'an, Planetarium Mini, serta berbagai layanan dan program Kementerian Agama.

Dari sisi literasi, Milfest menghadirkan 22 penerbit dengan lebih dari 2.000 judul buku. Sementara pada sektor ekonomi, sebanyak 45 UMKM, termasuk penyandang disabilitas, menawarkan beragam produk mulai dari kuliner, fesyen muslim hingga karya sastra Nusantara.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya