Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Sasar Komunitas Pekerja Migran Indonesia
Tim langit 7
Kamis, 06 Agustus 2026 - 12:28 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Indramayu;Sebanyak 14 mahasiswa National Dong Hwa University (NDHU), Hualien, Taiwan menjalani kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Juntiweden, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dari 2 sampai 25 Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Taiwan untuk lebih dekat dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui platform MOE Overseas & New Southbound Internship Program.
Pada kesempatan ini, Migrant CARE Indramayu bertindak selaku tuan rumah untuk memfasilitasi seluruh aktivitas para mahasiswa Taiwan. Indramayu dipilih karena kabupaten ini merupakan salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia.
Kepala Desa Juntiweden, Carsudi, menyambut baik kedatangan rombongan Taiwan. Dia mengaku senang dan merasa terhormat karena Desa Juntiweden dipilih sebagai tempat mahasiswa asing untuk melaksanakan pengabdian masyarakat.
“Saya berharap warga dan komunitas di Desa Juntiweden bisa belajar banyak dari teman-teman Taiwan ini. Semoga para mahasiswa betah dan kerasan tinggal di sini,” kata Carsudi di Balai Desa Juntiweden, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kemudian, Prof. Li-fang Liang selaku pembimbing kegiatan berharap para mahasiswa bisa belajar banyak setelah tinggal bersama warga selama hampir sebulan.
“Terlepas dari nanti kami akan melakukan banyak kegiatan di sini, tentu ini menjadi kesempatan yang berharga bagi kami, rombongan dari Taiwan, untuk belajar dari masyarakat Indonesia,” ujar Li-fang, dosen NDHU yang sudah puluhan tahun menggeluti riset di bidang migrasi, termasuk meneliti para pekerja migran Indonesia di Taiwan.
Secara garis besar, kegiatan yang telah dipersiapkan terbagi menjadi dua. Pertama, program pemberdayaan masyarakat yang menyasar komunitas pekerja migran, termasuk mantan pekerja migran yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), calon pekerja migran, dan anak-anak para pekerja migran yang ditinggalkan. Adapun programnya termasuk workshop migrasi aman yang membahas hak-hak pekerja migran di Taiwan, perbedaan budaya Indonesia dan Taiwan, hingga sosialisasi kesehatan mental.
Pada kesempatan ini, Migrant CARE Indramayu bertindak selaku tuan rumah untuk memfasilitasi seluruh aktivitas para mahasiswa Taiwan. Indramayu dipilih karena kabupaten ini merupakan salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia.
Kepala Desa Juntiweden, Carsudi, menyambut baik kedatangan rombongan Taiwan. Dia mengaku senang dan merasa terhormat karena Desa Juntiweden dipilih sebagai tempat mahasiswa asing untuk melaksanakan pengabdian masyarakat.
“Saya berharap warga dan komunitas di Desa Juntiweden bisa belajar banyak dari teman-teman Taiwan ini. Semoga para mahasiswa betah dan kerasan tinggal di sini,” kata Carsudi di Balai Desa Juntiweden, pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kemudian, Prof. Li-fang Liang selaku pembimbing kegiatan berharap para mahasiswa bisa belajar banyak setelah tinggal bersama warga selama hampir sebulan.
“Terlepas dari nanti kami akan melakukan banyak kegiatan di sini, tentu ini menjadi kesempatan yang berharga bagi kami, rombongan dari Taiwan, untuk belajar dari masyarakat Indonesia,” ujar Li-fang, dosen NDHU yang sudah puluhan tahun menggeluti riset di bidang migrasi, termasuk meneliti para pekerja migran Indonesia di Taiwan.
Secara garis besar, kegiatan yang telah dipersiapkan terbagi menjadi dua. Pertama, program pemberdayaan masyarakat yang menyasar komunitas pekerja migran, termasuk mantan pekerja migran yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), calon pekerja migran, dan anak-anak para pekerja migran yang ditinggalkan. Adapun programnya termasuk workshop migrasi aman yang membahas hak-hak pekerja migran di Taiwan, perbedaan budaya Indonesia dan Taiwan, hingga sosialisasi kesehatan mental.