BTN dan BRIN Teken MoU, Kolaborasi Perumahan hingga Hilirisasi Inovasi Siap Diperluas
Tim langit 7
Jum'at, 07 Agustus 2026 - 14:51 WIB
(Dok: Humas BRIN)
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (6/8). Kerja sama ini tidak hanya mencakup pengembangan dan pembiayaan perumahan bagi pegawai BRIN, tetapi juga membuka peluang percepatan hilirisasi berbagai produk hasil riset BRIN melalui sinergi dengan dunia industri.
"Kami senang sekali bisa berkolaborasi dengan Bank BTN. BTN merupakan bank yang sangat diandalkan, khususnya dalam pembiayaan sektor perumahan. Kami berkepentingan untuk mengembangkan perumahan bagi pegawai BRIN karena kebutuhan papan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi," ujar Kepala BRIN Arif Satria, saat menerima jajaran direksi BTN, dikutip Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, selain mendukung penyediaan hunian bagi pegawai, kerja sama ini diharapkan berkembang ke berbagai bidang lain yang saling menguntungkan. BRIN sebagai lembaga riset nasional memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan kebijakan pemerintah, pengembangan industri, hingga berbagai program strategis nasional.
"Kalau ada potensi kerja sama riset antara BTN dan BRIN, tentu ini menjadi hal yang sangat penting untuk kolaborasi ke depan. Kami ingin membuka akses kolaborasi yang lebih luas dengan seluruh bank Himbara, termasuk BTN," jelasnya.
Arif menambahkan, salah satu tantangan terbesar BRIN saat ini bukan lagi menghasilkan inovasi, melainkan memperluas mitra industri yang mampu memproduksi hasil riset dalam skala besar agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. "BRIN bertugas melakukan riset dan menghasilkan inovasi. Kami membutuhkan mitra industri yang dapat memperbanyak produksinya. Karena itu, kami berharap BTN dapat menjembatani BRIN dengan jaringan nasabah maupun mitra industrinya," katanya.
Ia kemudian memaparkan sejumlah inovasi BRIN yang telah siap dihilirisasikan. Salah satunya adalah LAHSAMOR, teknologi pengolah sampah organik skala rumah tangga yang mampu mengurangi volume sampah secara praktis. Selain itu, BRIN juga mengembangkan teknologi insinerator, pembangkit listrik berbasis sampah (PSEL), serta teknologi pirolisis yang mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif bagi nelayan dan petani.
Menurut Arif, teknologi pirolisis BRIN telah diterapkan di sekitar 80 kota di Indonesia. Sementara itu, LAHSAMOR telah diproduksi dan dimanfaatkan dalam jumlah ribuan unit, termasuk melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kami senang sekali bisa berkolaborasi dengan Bank BTN. BTN merupakan bank yang sangat diandalkan, khususnya dalam pembiayaan sektor perumahan. Kami berkepentingan untuk mengembangkan perumahan bagi pegawai BRIN karena kebutuhan papan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi," ujar Kepala BRIN Arif Satria, saat menerima jajaran direksi BTN, dikutip Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, selain mendukung penyediaan hunian bagi pegawai, kerja sama ini diharapkan berkembang ke berbagai bidang lain yang saling menguntungkan. BRIN sebagai lembaga riset nasional memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan kebijakan pemerintah, pengembangan industri, hingga berbagai program strategis nasional.
"Kalau ada potensi kerja sama riset antara BTN dan BRIN, tentu ini menjadi hal yang sangat penting untuk kolaborasi ke depan. Kami ingin membuka akses kolaborasi yang lebih luas dengan seluruh bank Himbara, termasuk BTN," jelasnya.
Arif menambahkan, salah satu tantangan terbesar BRIN saat ini bukan lagi menghasilkan inovasi, melainkan memperluas mitra industri yang mampu memproduksi hasil riset dalam skala besar agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. "BRIN bertugas melakukan riset dan menghasilkan inovasi. Kami membutuhkan mitra industri yang dapat memperbanyak produksinya. Karena itu, kami berharap BTN dapat menjembatani BRIN dengan jaringan nasabah maupun mitra industrinya," katanya.
Ia kemudian memaparkan sejumlah inovasi BRIN yang telah siap dihilirisasikan. Salah satunya adalah LAHSAMOR, teknologi pengolah sampah organik skala rumah tangga yang mampu mengurangi volume sampah secara praktis. Selain itu, BRIN juga mengembangkan teknologi insinerator, pembangkit listrik berbasis sampah (PSEL), serta teknologi pirolisis yang mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif bagi nelayan dan petani.
Menurut Arif, teknologi pirolisis BRIN telah diterapkan di sekitar 80 kota di Indonesia. Sementara itu, LAHSAMOR telah diproduksi dan dimanfaatkan dalam jumlah ribuan unit, termasuk melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).