home wirausaha syariah

Bank Aladin Syariah Ungkap Kunci Masa Depan Dana Pensiun, Transformasi Digital Jadi Sorotan

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 15:08 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Pertumbuhan industri dana pensiun di Indonesia terus berlanjut hingga pertengahan 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2026, total aset dana pensiun meningkat 6,47 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.680,57 triliun.

Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan positif pada dua kelompok program pensiun. Program pensiun sukarela mencatatkan pertumbuhan 4,06 persen menjadi Rp407,33 triliun. Sementara program pensiun wajib yang mencakup Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun bagi ASN, TNI, dan Polri tumbuh 7,26 persen menjadi Rp1.273,24 triliun.

Di tengah pertumbuhan itu, transformasi digital dinilai menjadi salah satu langkah yang perlu diperkuat agar industri dana pensiun mampu beradaptasi dengan perubahan sektor keuangan. Pandangan tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) Koko T Rachmadi dalam Seminar Nasional dan Forum Diskusi Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) 2026.

Menurut Koko, penguatan ekosistem keuangan syariah digital menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi industri dana pensiun di Indonesia. Ia menilai perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses layanan keuangan telah membuka peluang baru bagi pelaku industri untuk membangun ekosistem yang lebih terintegrasi.

"Ke depan, kolaborasi antara perbankan syariah, industri dana pensiun, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan akan menjadi faktor penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," kata Koko dalam keterangannya, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Selain memanfaatkan ekosistem digital, menurutnya pengelolaan dana pensiun juga memerlukan pendekatan yang lebih adaptif di tengah meningkatnya dinamika ekonomi global. Pendekatan tersebut meliputi diversifikasi investasi, penerapan prinsip keberlanjutan, serta pemanfaatan ekosistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Koko mengatakan dana pensiun tidak hanya menjalankan peran sebagai pengelola aset, tetapi juga sebagai pengelola masa depan jutaan pekerja Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya