home global news

Jenuh Hanya Dua Partai Politik Tiap Pemilu, Warga AS Tuntut Perubahan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:25 WIB
Foto ilustrasi: ist
Di tengah meningkatnya rasa frustrasi terhadap kedua partai politik utama, kini para pemilih di Amerika Serikat (AS) terbuka terhadap perubahan besar.

Sebuah jajak pendapat baru yang diprakarsai oleh para pendukung reformasi pemilu dan disampaikan kepada NPR menunjukkan, adanya dukungan kuat untuk mengubah sistem pemilihan anggota DPR AS yang selama ini menganut prinsip "pemenang mengambil semua" (winner-take-all) dan sistem daerah pemilihan dengan satu wakil (single-member districts), serta beralih ke sistem perwakilan proporsional yaitu sebuah sistem yang memilih beberapa wakil dalam satu daerah pemilihan berdasarkan proporsi perolehan suara partai.

Pada awal musim panas ini, sekira 500 pakar demokrasi dan hukum mengirimkan surat kepada Kongres yang mendesak para anggotanya untuk mempertimbangkan sistem perwakilan proporsional sebagai solusi, atas situasi krusial terkait penataan ulang daerah pemilihan yang dipicu oleh Presiden AS Donald Trump tahun lalu.

"Tidak perlu diragukan lagi bahwa sistem daerah pemilihan dengan satu wakil (single-member district) gagal menghasilkan keluaran yang adil dan representatif," tulis mereka, melansir media Tasnim, Senin (11/8/2026).

Baca juga:Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, Dua Politikus Muslimah yang Menang Lagi di Pemilu AS

"Kami mendesak Kongres untuk mengadopsi sistem perwakilan proporsional guna mengatasi masalah hingga ke akarnya," tambahnya.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh kelompok advokasi Fix Our House dan lembaga kajian liberal New America, separuh dari 1.000 responden menyatakan mendukung sistem perwakilan proporsional, sementara hampir seperempatnya menolak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya