BCA Syariah Siapkan Strategi Hadapi Kenaikan BI Rate, Fokus Jaga Dana Nasabah dan Pembiayaan
Nabil
Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:22 WIB
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum. (Dok: Nabil/Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; BCA Syariah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi perubahan kondisi makro ekonomi, khususnya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang berdampak terhadap biaya dana perbankan. Bank menilai kemampuan beradaptasi secara cepat menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah kondisi yang berbeda dari proyeksi awal 2026.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, kondisi ekonomi yang terjadi sepanjang semester I 2026 cukup berbeda dengan asumsi yang digunakan saat penyusunan Rencana Bisnis Bank (RBB) pada semester II 2025.
Menurutnya, BCA Syariah sebelumnya memperkirakan suku bunga BI akan mengalami penurunan. Namun, realisasi kondisi ekonomi justru membuat biaya dana di pasar meningkat sehingga bank harus melakukan penyesuaian.
“Yang harus dilakukan adalah bagaimana kita bisa adaptasi cepat terhadap perubahan ini,” ujar Yuli dalam paparan kinerja BCA Syariah semester I 2026 di Wisma 2 BCA Syariah, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Yuli menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyesuaikan cost of fund atau biaya dana untuk mempertahankan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Menurut dia, penyesuaian tersebut menjadi langkah taktis yang diperlukan ketika persaingan memperoleh dana nasabah semakin ketat.
“Pertumbuhan dana pihak ketiga tetap bisa dipertahankan. Caranya adalah paling simpel, mau tidak mau kita sesuaikan. Kita memang harus sacrifice dari cost of fund,” katanya.
Namun, kenaikan biaya dana juga harus diimbangi dengan peningkatan pendapatan. Karena itu, BCA Syariah terus menjaga pertumbuhan pembiayaan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, kondisi ekonomi yang terjadi sepanjang semester I 2026 cukup berbeda dengan asumsi yang digunakan saat penyusunan Rencana Bisnis Bank (RBB) pada semester II 2025.
Menurutnya, BCA Syariah sebelumnya memperkirakan suku bunga BI akan mengalami penurunan. Namun, realisasi kondisi ekonomi justru membuat biaya dana di pasar meningkat sehingga bank harus melakukan penyesuaian.
“Yang harus dilakukan adalah bagaimana kita bisa adaptasi cepat terhadap perubahan ini,” ujar Yuli dalam paparan kinerja BCA Syariah semester I 2026 di Wisma 2 BCA Syariah, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Yuli menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyesuaikan cost of fund atau biaya dana untuk mempertahankan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Menurut dia, penyesuaian tersebut menjadi langkah taktis yang diperlukan ketika persaingan memperoleh dana nasabah semakin ketat.
“Pertumbuhan dana pihak ketiga tetap bisa dipertahankan. Caranya adalah paling simpel, mau tidak mau kita sesuaikan. Kita memang harus sacrifice dari cost of fund,” katanya.
Namun, kenaikan biaya dana juga harus diimbangi dengan peningkatan pendapatan. Karena itu, BCA Syariah terus menjaga pertumbuhan pembiayaan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.