home wirausaha syariah

Kinerja BCA Syariah Semester I 2026 Tumbuh Solid, Aset Naik 17,2%

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:41 WIB
Jajaran Manajemen BCA Syariah. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) memaparkan kinerja perusahaan sepanjang paruh pertama 2026 dalam kegiatan Media Update Kinerja BCA Syariah “Strengthening Impact” yang diselenggarakan di Kantor Pusat BCA Syariah di Jakarta, Selasa (11/08).

BCA Syariah mencatatkan kinerja yang solid dengan peningkatan total aset sebesar 17,2% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp20,7 triliun per Juni 2026. Kinerja positif juga tercermin pada laba setelah pajak (PAT) yang tumbuh 9,2% yoy menjadi Rp109 miliar.

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, “Update kami hari ini, BCA Syariah pada semester pertama 2026 tumbuh solid dan berkelanjutan, tercermin dari peningkatan total aset yang didukung oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah,” ujar diasaat pemaparan kinerja semester I 2026 di Wisma 2 BCA Syariah, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Secara keseluruhan, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 20,5% YoY menjadi Rp13,6 triliun, dengan fokus pada sektor-sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun pembiayaan konsumer seperti KPR dan emas. Pertumbuhan ini mencerminkan peran aktif BCA Syariah dalam mendukung perekonomian riil masyarakat, mulai dari pengusaha sektor produktif hingga keluarga yang ingin mewujudkan rumah impian mereka melalui skema pembiayaan syariah.

Perusahaan juga secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas aset yang tercermin dalam rasio NPF gross yang terjaga di level yang sehat.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA Syariah tercatat tumbuh 10,2% YoY menjadi Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 14,6% YoY dan mencapai Rp6,5 triliun. Pertumbuhan CASA ditopang oleh giro yang tumbuh 23,2% YoY menjadi Rp3,8 triliun dan tabungan yang tumbuh 4,5% YoY menjadi Rp2,7 triliun, sementara deposito tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp8,9 triliun.

Pertumbuhan DPK ini menjadi indikator penting bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah terus menguat, sekaligus memperluas basis nasabah yang dapat dijangkau oleh layanan serta program BCA Syariah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya