Kemlu Pastikan WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4
Esti setiyowati
Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:16 WIB
Kemlu Pastikan WNI di Kolombia Aman Usai Gempa M 7,4. Foto: UN
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kolombia dalam kondisi aman setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut pada Senin (10/8/2026) pagi.
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota telah berkomunikasi dengan sejumlah WNI yang berada di wilayah terdampak gempa.
Baca juga:Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 132 Tewas dan 570 Luka-luka
“KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Kemlu RI menyebut KBRI Bogota akan terus memantau perkembangan situasi di Kolombia. Koordinasi dengan WNI di wilayah terdampak juga akan dilakukan, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan dan menyiapkan langkah darurat jika diperlukan.
Gempa berkekuatan M 7,4 tersebut berpusat di wilayah Choco, sekitar 280 km dari Bogota. Guncangan cukup kuat dirasakan di sejumlah kota, termasuk Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.
Pemerintah Kolombia telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional untuk menangani dampak bencana dan membentuk Pos Komando Terpadu untuk koordinasi penanganan serta penilaian kebutuhan di wilayah terdampak.
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota telah berkomunikasi dengan sejumlah WNI yang berada di wilayah terdampak gempa.
Baca juga:Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 132 Tewas dan 570 Luka-luka
“KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman,” ujar Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Kemlu RI menyebut KBRI Bogota akan terus memantau perkembangan situasi di Kolombia. Koordinasi dengan WNI di wilayah terdampak juga akan dilakukan, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan dan menyiapkan langkah darurat jika diperlukan.
Gempa berkekuatan M 7,4 tersebut berpusat di wilayah Choco, sekitar 280 km dari Bogota. Guncangan cukup kuat dirasakan di sejumlah kota, termasuk Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.
Pemerintah Kolombia telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional untuk menangani dampak bencana dan membentuk Pos Komando Terpadu untuk koordinasi penanganan serta penilaian kebutuhan di wilayah terdampak.