home masjid

Terjebak dalam Lapis Kegelapan: Pelajaran Berharga dari Al-Baqarah Ayat 19

Jum'at, 14 Agustus 2026 - 07:45 WIB
Terjebak dalam Lapis Kegelapan: Pelajaran Berharga dari Al-Baqarah Ayat 19

Ayat ke-19 dari Surat Al-Baqarah hadir sebagai pemungkas yang melengkapi gambaran psikologis kaum munafik melalui sebuah perumpamaan yang sangat hidup. Jika sebelumnya mereka diibaratkan seperti orang yang menyalakan api lalu kehilangan cahayanya, kali ini Al-Qur'an menggambarkan mereka bagai musafir yang terjebak di tengah guyuran hujan lebat dari langit yang disertai kegelapan pekat, dentuman guruh, dan sabetan kilat.

أَوْ كَصَيِّبٍۢ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فِيهِ ظُلُمَٰتٌۭ وَرَعْدٌۭ وَبَرْقٌۭ يَجْعَلُونَ أَصَٰبِعَهُمْ فِىٓ ءَاذَانِهِم مِّنَ ٱلصَّوَٰعِقِ حَذَرَ ٱلْمَوْتِ ۚ وَٱللَّهُ مُحِيطٌۢ بِٱلْكَٰفِرِينَ



"atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir. (QS Al-Baqarah: 19).



Syaikh Al-Saʿdī menegaskan bahwa perumpamaan ini berkelanjutan dengan kondisi jiwa mereka yang telah tuli dari menyimak kebajikan, bisu dari menyuarakan kebenaran, dan buta dari melihat jalan yang lurus. Keadaan ini bukan terjadi karena ketidaktahuan, melainkan karena keputusan mereka berpaling setelah sempat mengenali kebenaran itu sendiri—sebuah kondisi yang jauh lebih sulit untuk diperbaiki dibanding orang yang tersesat akibat kebodohan semata.



Dalam uraian tafsirnya, Al-Saʿdī menguraikan secara mendalam setiap detail alam yang dihadirkan dalam ayat ini. Kata ṣayyib merujuk pada hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur tanpa celah bagi siapa pun untuk berteduh. Situasi tersebut kian mencekam lantaran diselimuti tiga lapis kegelapan yang mengepung sekaligus: kelamnya malam, tebalnya awan, dan pekatnya curahan air hujan.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya