home lifestyle muslim

Kanker Paru di Indonesia Tewaskan 34 Ribu Orang, Dokter Soroti Pasien Usia 20-an

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:17 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyoroti tingginya beban kanker paru di Indonesia. Dari sekitar 38.900 kasus baru kanker paru pada 2022, sekitar 34 ribu pasien meninggal dunia. Di tengah tingginya angka kematian tersebut, kanker paru juga mulai menjadi perhatian karena dapat ditemukan pada usia yang relatif muda.

Wakil Ketua PDPI Dokter Erlang Samoedro, Sp.P(K), FISR, mengatakan angka tersebut menunjukkan kanker paru bukan hanya persoalan medis, tetapi juga masalah kesehatan publik yang berdampak pada pasien, keluarga, hingga produktivitas masyarakat.

“Setiap keterlambatan diagnosis memperbesar beban biaya terapi dan kehilangan produktivitas,” ujar Erlang dalamKonferensi Pers Zoom Hari Kanker Paru Sedunia, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan pemaparan Erlang, jumlah kematian kanker paru tersebut hampir menyamai jumlah kasus barunya. Ia menyebut angka mortalitas kanker paru mencapai sekitar 11,9 per 100 ribu penduduk, sementara perbandingan kematian dengan kasus baru berada di kisaran 88 persen.

Tingginya beban tersebut juga berkaitan dengan dampak penyakit terhadap kondisi pasien. Kanker paru dapat mengganggu fungsi pernapasan, nutrisi, kondisi sosial, ekonomi, dan kualitas hidup.

Gejala yang muncul antara lain batuk lama, sesak, nyeri dada, hingga batuk darah. Pasien juga dapat mengalami penurunan berat badan, lemas, dan penurunan nafsu makan.

Kanker paru bahkan dapat menyebar atau mengalami metastasis ke bagian tubuh lain. Erlang menjelaskan penyebaran dapat mengenai tulang, termasuk tulang di sekitar lutut, serta hati dan otak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya