Eksplorasi Potensi Nilam Aceh untuk Pengembangan Bahan Aktif Kosmetik, Kolaborasi ParagonCorp-ARC Universitas Syiah Kuala
Lusi mahgriefie
Jum'at, 21 Agustus 2026 - 16:27 WIB
MoU ParagonCorp dan ARC Universitas Syiah Kuala, menjalin kolaborasi eksplorasi potensi Nilam Aceh. Foto: dok. ParagonCorp
Eksplorasi potensi nilam Aceh, termasuk patchouli alcohol crystal yang berasal dari minyak nilam sebagai kandidat bahan aktif alami untuk aplikasi kosmetik dilakukan ParagonCorp berkolaborasi dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK).
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di ParagonCorp Head Office, 19 Agustus 2026 lalu. kolaborasi ini mempertemukan keahlian ARC USK dalam penelitian nilam, minyak atsiri, dan bahan alam dengan kapabilitas riset dan pengembangan kosmetik ParagonCorp.
Dengan pendekatan lintas disiplin tersebut, kedua pihak akan mengkaji karakteristik bahan, potensi manfaat, serta peluang pengembangannya untuk kebutuhan industri kosmetik melalui proses penelitian dan validasi secara bertahap.
Sebagai purposeful beauty tech company, ParagonCorp memandang kolaborasi dengan institusi pendidikan dan penelitian sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berbasis sains.
Sehingga pengembangan inovasi tidak hanya dilakukan melalui pengembangan produk, tetapi juga melalui proses riset untuk memahami potensi bahan, teknologi, serta pendekatan baru yang dapat menjawab kebutuhan industri beauty.
Nilam Aceh sendiri merupakan salah satu potensi bahan alam yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Minyak nilam telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas minyak atsiri Indonesia, sementara pengembangan fraksi atau turunannya untuk kebutuhan yang lebih spesifik masih membuka ruang penelitian.
Dalam kolaborasi ini, patchouli alcohol crystal menjadi salah satu objek yang akan dieksplorasi untuk memahami karakteristik dan potensi aplikasinya sebagai kandidat bahan aktif kosmetik.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di ParagonCorp Head Office, 19 Agustus 2026 lalu. kolaborasi ini mempertemukan keahlian ARC USK dalam penelitian nilam, minyak atsiri, dan bahan alam dengan kapabilitas riset dan pengembangan kosmetik ParagonCorp.
Dengan pendekatan lintas disiplin tersebut, kedua pihak akan mengkaji karakteristik bahan, potensi manfaat, serta peluang pengembangannya untuk kebutuhan industri kosmetik melalui proses penelitian dan validasi secara bertahap.
Sebagai purposeful beauty tech company, ParagonCorp memandang kolaborasi dengan institusi pendidikan dan penelitian sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berbasis sains.
Sehingga pengembangan inovasi tidak hanya dilakukan melalui pengembangan produk, tetapi juga melalui proses riset untuk memahami potensi bahan, teknologi, serta pendekatan baru yang dapat menjawab kebutuhan industri beauty.
Nilam Aceh sendiri merupakan salah satu potensi bahan alam yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Minyak nilam telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas minyak atsiri Indonesia, sementara pengembangan fraksi atau turunannya untuk kebutuhan yang lebih spesifik masih membuka ruang penelitian.
Dalam kolaborasi ini, patchouli alcohol crystal menjadi salah satu objek yang akan dieksplorasi untuk memahami karakteristik dan potensi aplikasinya sebagai kandidat bahan aktif kosmetik.