LANGIT7.ID, - Dubai - Pada
tahun 2039,
umat Islam di dunia akan mengalami fenomena sangat langka. Berdasarkan proyeksi para ahli astronomi, pada
2039 akan terjadi dua kali
Iduladha dan satu kali
Idulfitri.
Fenomena ini terjadi karena perbedaan sistem penanggalan
kalender Hijriah dan Masehi. Seperti diketahui, penanggalan Hijriah menggunakan peredaran Bulan, sementara kalender Masehi mengikuti siklus Matahari.
Baca juga: Sah! California Tetapkan Idulfitri dan Iduladha sebagai Hari LiburAkibat perbedaan tersebut,
kalender Hijriah lebih pendek sekitar 10-11 hari setiap tahunnya.
Dikutip dari
Gulf News, Senin (5/10/2026), pakar iklim dan astronomi asal Arab Saudi, Dr Abdullah Al Misnad, mengatakan pergeseran tanggal tersebut secara perlahan membuat sejumlah peristiwa keagamaan Islam dapat muncul lebih dari sekali dalam satu tahun kalender Masehi.
Pada
2039, fenomena tersebut akan terlihat dalam pelaksanaan
Iduladha. Iduladha pertama diperkirakan jatuh pada 6 Januari 2039, bertepatan dengan 10 Zulhijah 1460 Hijriah.
Namun, belum genap satu tahun kemudian, musim haji berikutnya akan kembali berlangsung dan berakhir dengan
Iduladha kedua. Iduladha berikutnya diperkirakan jatuh pada 26 Desember 2039, bertepatan dengan 10 Zulhijah 1461 Hijriah.
Masing-masing pelaksanaan haji juga akan memiliki Hari Arafah sendiri. Hari Arafah merupakan salah satu momen terpenting dalam rangkaian ibadah haji, ketika jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan beribadah.
Idulfitri Berada di Antara Dua IduladhaDi antara dua perayaan Iduladha tersebut, umat Islam juga akan merayakan
Idulfitri. Di tahun tersebut diperkirakan Idulfitri akan berlangsung pada 19 Oktober 2039.
Baca juga: Jumlah Jamaah Membludak, Masjid Tokyo Camii Gelar Shalat Idulfitri hingga 5 KaliArtinya, dalam satu tahun Masehi, umat Islam akan melewati tiga hari raya, yakni dua kali Iduladha dan satu kali Idulfitri.
Fenomena tersebut menjadi konsekuensi dari perbedaan panjang tahun dalam kalender Hijriah dan kalender Masehi. Kalender Hijriah terdiri dari sekitar 354 atau 355 hari, sedangkan kalender Gregorian memiliki 365 atau 366 hari.
Selisih sekitar 10-11 hari tersebut membuat tanggal-tanggal dalam kalender Hijriah terus bergeser lebih awal setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Fenomena serupa bahkan akan terjadi lebih dahulu pada Ramadhan. Pada 2030, umat Islam diperkirakan akan menjalani Ramadhan sebanyak dua kali dalam satu tahun kalender Masehi.
Ramadhan pertama diperkirakan berlangsung mulai Januari 2030, sedangkan Ramadhan berikutnya dimulai pada Desember tahun yang sama.
Peristiwa dua Ramadan dalam satu tahun tersebut diperkirakan menjadi yang pertama dalam 33 tahun. Fenomena serupa terakhir kali terjadi pada 1997.
(est)