LANGIT7.ID-, Jakarta - - Budaya dan
UMKM memiliki hubungan yang erat. Banyak kekayaan budaya Indonesia yang terus hidup melalui aktivitas para pelaku UMKM, mulai dari kerajinan, kuliner, seni, musik hingga berbagai produk kreatif lokal.
Demikian dikatakan Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari dalam kegiatan bertajuk Ruang Resonansi IFG Group 2026 dengan tema "Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya" di Gedung IFG Life Asia Afrika, Bandung, dikutip Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Indonesia Financial Group (IFG) bersama
PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo.
Menurut Abdul Bari, budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan
UMKM seharusnya berjalan bersama.
Jamkrindo, tambahnya, mengambil peran dalam ekosistem tersebut melalui bisnis penjaminan dengan membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya.
"Sebagai perusahaan penjaminan, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Penjaminan membuka kesempatan agar UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih luas," kata Abdul Bari.
Baca juga: Jamkrindo Catat Penjaminan Rp21,9 Triliun di Jawa Barat hingga Agustus 2026, Cirebon Sumbang Rp4,72 TriliunIa menilai sinergi dalam ekosistem IFG dapat memperkuat upaya tersebut sehingga UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan membawa karya serta kekayaan budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.
Kegiatan Ruang Resonansi IFG Group 2026 juga memiliki makna tersendiri karena dilaksanakan di Gedung IFG Life Asia Afrika yang merupakan aset bersejarah. Pemanfaatan ruang tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali nilai sejarah dan budaya dalam kehidupan masyarakat sekaligus menciptakan nilai baru.
Sementara itu, Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. Asep N. Mulyana, yang juga hadir di kegiatan tersebut mengapresiasi penyelenggaraan Ruang Resonansi IFG Group 2026 yang menjadi ruang untuk mempertemukan warisan budaya, generasi muda, seniman, komunitas, UMKM, dan dunia usaha.
Menurutnya, tema "Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya" mengajak masyarakat untuk memandang warisan bangsa bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sebagai sumber gagasan yang dapat terus dikembangkan di masa kini.
"Saya mengapresiasi ruang bagi
UMKM dalam kegiatan ini. Di balik sebuah produk terdapat kerja dan pengetahuan keluarga serta komunitas. Ketika masyarakat mengenal pembuatnya dan menghargai kualitasnya, pelestarian budaya ikut memberi manfaat ekonomi," ujar Asep dalam keterangannya, dikutip Senin (5/10/2026).
Baca juga: Jamkrindo Perkuat UMKM, Bukan Cuma Bantu Modal tapi Dorong Bisnis Tetap TumbuhAsep juga menyampaikan tiga pesan penting bagi generasi muda, yakni mengenali akar budaya sebagai sumber identitas dan inspirasi berkarya, memastikan kebebasan berkarya berjalan bersama tanggung jawab dengan tetap menghargai karya dan pelaku budaya, serta membangun kolaborasi antara seniman, komunitas, UMKM, dunia usaha, dan generasi muda.
![Jamkrindo Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Merambah Sektor Ekonomi Kreatif, Seni dan Budaya]()
Dalam kesempatan tersebut, Asep mengajak IFG dan Jamkrindo serta seluruh mitra untuk terus membuka akses bagi masyarakat agar dapat mengenal bangunan bersejarah sekaligus memberikan kesempatan nyata kepada talenta dan pelaku UMKM lokal.
"Warisan budaya akan terus hidup melalui perhatian dan tindakan kita. Mari jadikan Ruang Resonansi sebagai tempat untuk mendengar cerita, membangun kerja sama, dan melahirkan karya yang berakar pada identitas bangsa," kata Asep.
Pendampingan dan Pemberdayaan UMKMMenurut Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik, kegiatan Ruang Resonansi IFG Group 2026 merupakan bagian dari upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM agar semakin mampu mengembangkan usaha serta meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Arieck Priyatna menilai kegiatan tersebut turut berperan dalam memperkuat literasi keuangan bagi pelaku UMKM.
Penguatan literasi keuangan dinilai penting agar UMKM semakin memahami pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Direktur SDM dan Hukum IFG Rizal Ariansyah mengatakan, budaya memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif karena dapat menjadi sumber inspirasi yang melahirkan berbagai karya dan peluang usaha.
"Budaya bukan hanya warisan yang perlu kita jaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat melahirkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi. Karena itu, melalui Ruang Resonansi, IFG ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Rizal.
Ia menambahkan, kolaborasi dalam ekosistem IFG menjadi penting untuk memastikan potensi ekonomi yang lahir dari kekayaan budaya dapat terus berkembang. Dukungan terhadap UMKM dan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem agar pelaku usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.
"Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antar-entitas dalam ekosistem IFG," ujarnya.
Melalui Ruang Resonansi IFG Group 2026, IFG dan Jamkrindo mendorong kolaborasi yang mempertemukan pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang yang lebih luas bagi lahirnya karya sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian masyarakat.
(lsi)