LANGIT7.ID-Sleman; PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mendorong pengembangan usaha berbasis susu sapi lokal di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Kelayakan Usaha Pengolahan Susu Sapi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang digelar bersama Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) dan sejumlah mitra di Kampoeng Mahoni, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Jamkrindo memperkuat ekosistem usaha susu di Hargobinangun. Fokusnya tidak hanya meningkatkan nilai tambah susu lokal melalui pengembangan produk olahan, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha, membuka akses pasar, serta membangun kemitraan bagi pelaku UMKM.
Dalam workshop tersebut, peserta yang berasal dari lima kelompok usaha mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan produk olahan susu. Produk yang dikembangkan meliputi susu pasteurisasi, yogurt susu, stik susu, permen susu, dan es krim susu.
Pendampingan dilakukan melalui sejumlah materi dan praktik usaha. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan Business Model Canvas (BMC), perhitungan harga pokok produksi (HPP), penetapan harga penawaran, hingga strategi pemasaran dan branding.
Selain penguatan kapasitas produksi dan pengelolaan usaha, Jamkrindo juga mendorong pelaku UMKM mengenali kebutuhan pasar. Untuk itu, kegiatan tersebut mempertemukan lima kelompok usaha dengan calon mitra penjualan dari berbagai sektor, mulai dari komunitas, restoran, pelaku wisata, hotel, toko, pusat oleh-oleh, hingga reseller.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperoleh tanggapan langsung dari calon mitra. Setiap kelompok mempresentasikan produknya melalui sesi pitching dan business matching guna menggali peluang uji penjualan maupun kerja sama pemasaran.
Rangkaian workshop juga mencakup klinik BMC, perhitungan HPP dan harga penawaran, pemasaran dan branding, penyajian produk, serta ulasan rasa. Melalui tahapan tersebut, peserta diharapkan dapat menyempurnakan model bisnis dan menyiapkan penawaran produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Kegiatan ini ditargetkan menghasilkan perangkat pengembangan usaha bagi lima kelompok produk, yang mencakup BMC, perhitungan HPP, branding, dan penawaran bisnis. Peserta juga diharapkan memperoleh masukan untuk penyempurnaan produk serta peluang tindak lanjut melalui uji penjualan atau kerja sama dengan calon mitra.
Workshop tersebut merupakan bagian dari Jamkrindo Merapi Dairy Initiative (JMDI). Program ini diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan susu lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peternak dan masyarakat.
Melalui JMDI, pengembangan produk olahan susu dihubungkan dengan penguatan kapasitas usaha, akses pasar, dan kemitraan. Inisiatif tersebut juga membuka peluang pengembangan wisata melalui Merapi Dairy Park.
Setelah workshop, tim pelaksana akan merekap hasil kegiatan dan menghubungi calon mitra yang menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama. Perkembangan tindak lanjut tersebut dijadwalkan dipantau selama November 2026.
Adapun evaluasi penutupan dan serah terima tindak lanjut program dijadwalkan paling lambat pada 30 November 2026.
(lam)