LANGIT7.ID-Jakarta; PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi (UMKM-K).
Dukungan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penjaminan pembiayaan. Jamkrindo juga menjalankan berbagai program yang diarahkan untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis pelaku UMKM di berbagai daerah.
Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo, Ardhi Setyarko, mengatakan penjaminan memiliki peran penting dalam membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku UMKM-K.
Menurut dia, penjaminan dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
“Penjaminan merupakan salah satu bentuk dukungan Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM-K," ujar dia dalam keterangannya, dikutip Jumat (25/9/2026).
"Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Ardhi.
Peran tersebut menjadi semakin penting ketika pelaku usaha menghadapi dinamika pasar dan harus menjaga kontinuitas bisnis.
Dalam skema tersebut, penjaminan menjadi salah satu bentuk mitigasi risiko yang dapat mendukung kepercayaan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha.
Jamkrindo juga menempatkan dukungan terhadap business continuity sebagai bagian dari perannya dalam ekosistem pembiayaan.
“Melalui mitigasi risiko dan penjaminan yang kami berikan, mitra finansial memiliki dukungan dalam menyalurkan pembiayaan, sementara pelaku usaha memperoleh ruang untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar,” ujarnya.
Peran Jamkrindo tersebut juga terlihat dari dukungan yang diterima Sarip Gunawan, pemilik Arli Collection, usaha kerajinan kulit di Cirebon.
Bagi Sarip, dukungan Jamkrindo tidak hanya berkaitan dengan akses modal. Pendampingan dan akses pengembangan usaha juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.
Perjalanan usaha Arli Collection sendiri tidak selalu berjalan mulus. Pandemi Covid-19 sebelumnya memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Sarip bertemu dengan Jamkrindo dalam sebuah kegiatan pameran. Pertemuan itu kemudian menjadi awal dirinya mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha.
“Dari situ saya coba ngobrol apa kebutuhan dan kendala saya dalam mengembangkan usaha. Untungnya, saya dibantu dari sisi permodalan melalui PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) Jamkrindo,” kata Sarip.
Dukungan permodalan tersebut membantu Sarip memenuhi salah satu kebutuhan penting dalam proses produksi, yakni pembelian mesin pond yang sebelumnya sulit diwujudkan.
Setelah menjadi mitra binaan Jamkrindo, Sarip akhirnya dapat memiliki mesin tersebut. Kehadiran peralatan baru membuat kapasitas produksi Arli Collection meningkat.
“Dengan adanya mesin itu, kapasitas produksi meningkat. Kami bisa menjual lebih banyak produk,” ujarnya.
Dukungan terhadap UMKM kemudian tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi. Sarip menilai pelaku usaha juga membutuhkan kemampuan untuk menghadapi perubahan selera konsumen dan persaingan.
Menurutnya, pengrajin kulit dituntut terus berinovasi karena selera konsumen dan persaingan usaha terus berubah. Produk yang dihasilkan harus mampu mengikuti kebutuhan pasar sekaligus mempertahankan kualitas.
Arli Collection saat ini memiliki tiga segmen pasar utama, yakni ritel, perusahaan, dan industri.
Namun, permintaan dari segmen perusahaan mengalami penurunan seiring munculnya kebijakan dan isu efisiensi. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus mencari peluang dari segmen pasar lainnya.
“Pesanan dari perusahaan ini menurun seiring dengan adanya isu efisiensi, namun untungnya segmen lain masih terus tumbuh,” katanya.
Di tengah perubahan tersebut, Arli Collection terus mengembangkan beragam produk berbahan kulit. Salah satu produk yang saat ini banyak diproduksi adalah gantungan kunci kulit.
Selain itu, usaha tersebut juga memproduksi dompet, tas, hingga berbagai produk lainnya seperti plakat yang dipadukan dengan material kulit.
Sarip berharap dukungan Jamkrindo terhadap UMKM dapat terus berlanjut, terutama melalui program pendampingan dan pengembangan usaha.
Menurut dia, keberadaan program semacam itu penting agar pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan usaha dan mengembangkan pasar.
Melalui penjaminan, mitigasi risiko, permodalan, serta dukungan pengembangan usaha, Jamkrindo menempatkan perannya dalam membantu pelaku UMKM-K memperoleh ruang untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika pasar.
(lam)