LANGIT7.ID-, Jakarta - -
PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo meraih
penghargaan Cybersecurity kategori Financial Services dalam ajang The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 yang diselenggarakan oleh media internasional Asian Business Review.
Penghargaan ini mengapresiasi transformasi keamanan siber Jamkrindo dalam memperkuat perlindungan sistem dan data, meningkatkan ketahanan operasional, serta menjaga keandalan layanan digital perusahaan.
Transformasi keamanan siber Jamkrindo merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat tata kelola teknologi informasi dan memastikan keberlangsungan layanan di tengah meningkatnya kompleksitas risiko digital. Keamanan siber ditempatkan sebagai bagian strategis dari pengelolaan risiko dan keberlangsungan bisnis, bukan semata-mata aspek teknis teknologi informasi.
Penguatan dilakukan secara bertahap melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup aspek people, process, dan technology, guna membangun sistem pengamanan yang adaptif, meningkatkan kesiapan organisasi, serta menjaga keandalan layanan digital perusahaan.
Baca juga: Jamkrindo Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Merambah Sektor Ekonomi Kreatif, Seni dan BudayaDirektur Operasional dan Jaringan Jamkrindo Sigit Tjahjo Prabowo mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam membangun sistem keamanan siber yang adaptif terhadap perkembangan ancaman dan mampu memberikan dampak nyata bagi operasional bisnis.
"Transformasi dalam penguatan tata kelola teknologi informasi menjadi momentum bagi Jamkrindo untuk membangun ketahanan digital yang lebih kuat. Kami menempatkan keamanan siber sebagai bagian dari strategi bisnis melalui penguatan teknologi, proses, dan kompetensi sumber daya manusia. Tujuannya adalah memastikan layanan tetap aman dan andal, sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan," ujar Sigit.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dan Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo mengembangkan transformasi keamanan siber melalui empat tahap.
Pada 2021-2022, perusahaan membangun fondasi keamanan. Tahap evaluasi dilaksanakan pada 2022-2023 untuk mengukur dan memperkuat kapabilitas yang telah dibangun.
Pada 2023-2024, Jamkrindo mendorong otomasi untuk meningkatkan efektivitas pengamanan. Selanjutnya, pada 2024-2029, perusahaan berfokus pada perbaikan berkelanjutan agar sistem keamanan senantiasa mampu beradaptasi terhadap perubahan risiko dan perkembangan teknologi.
Transformasi tersebut ditopang oleh tiga pilar utama. Pertama, Cyber Strategy Framework berbasis kerangka kerja National Institute of Standards and Technology (NIST) sebagai landasan tata kelola dan pengelolaan risiko keamanan siber.
Kedua, Cybersecurity Intelligent Platform dengan arsitektur Zero Trust untuk memperkuat pengendalian akses dan perlindungan sistem. Ketiga, AI Smarter Security yang mengintegrasikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu mendeteksi dan menganalisis potensi ancaman siber.
Baca juga: Jamkrindo Catat Penjaminan Rp21,9 Triliun di Jawa Barat hingga Agustus 2026, Cirebon Sumbang Rp4,72 TriliunPendekatan ini dijalankan secara terintegrasi melalui peningkatan kesiapan organisasi, penguatan proses pengamanan, dan pengembangan kompetensi insan Jamkrindo.
Perusahaan juga mendorong peningkatan kesadaran keamanan informasi di seluruh lini organisasi, dengan menempatkan keamanan siber sebagai tanggung jawab bersama. Sinergi antara teknologi, proses kerja, dan sumber daya manusia menjadi fondasi untuk membangun ekosistem digital yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Dampak transformasi tersebut tercermin dalam sejumlah indikator kinerja keamanan siber. Jamkrindo mencatat penurunan kerugian finansial akibat serangan siber hingga 90% secara tahunan. Mean Time to Respond atau MTTR berhasil dipangkas sebesar 87,5%, dengan waktu tanggap mencapai satu jam. Sementara itu, waktu penemuan dan pemulihan data turun 83,3%, dari semula 12 jam menjadi dua jam.
Dari sisi tata kelola, tingkat kepatuhan meningkat menjadi 95%, atau naik 20% dibandingkan periode sebelumnya. Perusahaan juga mencatat penurunan 100% pada insiden yang tidak terdeteksi berdasarkan indikator pengukuran yang digunakan. Capaian ini menunjukkan penguatan kemampuan Jamkrindo dalam mendeteksi ancaman, mempercepat respons, dan memulihkan layanan ketika menghadapi gangguan.
Penguatan keamanan siber turut mendukung ketahanan operasional perusahaan, terutama dalam melindungi data, menjaga ketersediaan layanan digital, dan meminimalkan potensi gangguan terhadap proses bisnis. Keandalan tersebut menjadi faktor penting bagi Jamkrindo dalam menjalankan layanan penjaminan dan mendukung perluasan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ke depan, Jamkrindo akan terus memperkuat kemampuan pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan terhadap ancaman siber. Pemanfaatan AI juga akan terus dicermati untuk mendukung analisis ancaman secara lebih adaptif, dengan tetap memperhatikan tata kelola dan kebutuhan bisnis. Melalui perbaikan berkelanjutan, perusahaan berupaya memastikan ketahanan digital berkembang seiring dengan transformasi bisnis dan kebutuhan layanan.
Pencapaian ini sejalan dengan semangat Transformasi Impact (Integration, Market, People, Analytics, Customer dan Technology) Jamkrindo, yaitu menghadirkan transformasi yang memberikan dampak nyata bagi perusahaan dan masyarakat.
Perjalanan transformasi ketahanan digital menegaskan komitmen Jamkrindo untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan keandalan layanan, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, dan mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.The Indonesia Technology Excellence Awards 2026 merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh media internasional Asian Business Review untuk mengapresiasi perusahaan yang menghadirkan inovasi dan solusi teknologi dengan dampak nyata bagi bisnis maupun pelanggan.
Penghargaan ini mencakup berbagai sektor industri dan memberikan pengakuan atas pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan serta mendorong kemajuan organisasi.
(lsi)