LANGIT7.ID-, Karawang - Tidak ada alasan bahwa penyandang disabilitas tidak bisa mengembangkan potensi, menunjukkan karya hingga mampu membuka peluang kemandirian ekonomi. Melalui kegiatan Harmoni Karya Inklusif,
PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus mendorong penguatan
ekonomi inklusif melalui berbagai inisiatif
pemberdayaan masyarakat.
Salah satunya diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Harmoni Karya Inklusif, yang menghadirkan ruang bagi penyandang disabilitas.
Mengusung semangat
Hari Batik Nasional, kegiatan yang berlangsung pada 3-4 Oktober 2026 di Karawang Mall Resinda, Karawang, diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari pelatihan membatik dan menjahit, lomba peragaan busana batik, hingga pameran produk-produk karya penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program Harmoni Karya Inklusif yang sebelumnya dilaksanakan pada 2123 Agustus 2026 di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Jamkrindo untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus membuka peluang bagi pengembangan potensi dan kemandirian ekonomi.
Baca juga: Jamkrindo Raih Penghargaan Atas Keunggulan Keamanan Siber di Sektor KeuanganDirektur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam membangun proses pemberdayaan yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan keterampilan hingga pengembangan karya dan peluang ekonomi.
"Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan berdaya. Karena itu, pemberdayaan perlu didukung dengan ruang untuk menunjukkan karya, membangun kepercayaan diri, mendapatkan apresiasi, dan membuka peluang untuk berkembang," ujar Abdul Bari.
Pada kegiatan sebelumnya, Harmoni Karya Inklusif menghadirkan pelatihan membatik yang diikuti oleh 20 peserta penyandang disabilitas dengan materi pengembangan motif khas Karawang.
Program tersebut juga mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui pendekatan business matching, sehingga hasil karya dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti pakaian, tas, aksesori, dan produk kreatif lainnya.
Melalui kegiatan lanjutan pada 3-4 Oktober, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperlihatkan hasil karya mereka kepada masyarakat.
Pameran produk menjadi ruang untuk memperkenalkan kreativitas penyandang disabilitas sekaligus membuka peluang agar produk tersebut dikenal dan dikembangkan lebih luas. Sementara itu, lomba peragaan busana batik memberikan ruang bagi para penyandang disabilitas untuk menampilkan hasil karyanya.
Baca juga: Jamkrindo Catat Penjaminan Rp21,9 Triliun di Jawa Barat hingga Agustus 2026, Cirebon Sumbang Rp4,72 TriliunMenurut Abdul Bari, menciptakan ruang yang inklusif berarti memastikan setiap individu mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi dan mendapatkan apresiasi atas karya yang dihasilkan.
"Inklusi berarti menghadirkan kesetaraan, penghargaan, dan ruang yang sama untuk tumbuh. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk semakin percaya diri dalam menunjukkan kemampuan dan karya mereka," ujar Abdul Bari.
Kegiatan Harmoni Karya Inklusif merupakan bagian dari komitmen Jamkrindo yang telah terjalin dalam beberapa tahun terakhir dalam mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas.
Sebelumnya, Jamkrindo telah menjalankan berbagai program dengan pendekatan yang beragam, mulai dari peningkatan kapasitas, dukungan sarana, hingga pemberdayaan ekonomi. Pada 2022, misalnya, Jamkrindo memberikan pelatihan public speaking bagi penyandang disabilitas sekaligus bantuan kaki palsu sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian penerima manfaat.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui program Kreasi Kopi Sunyi, yang memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara melalui penyediaan sarana usaha berupa gerobak kopi, pelatihan, serta pendampingan usaha.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang diarahkan untuk membuka peluang kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Rangkaian inisiatif tersebut menunjukkan bahwa dukungan Jamkrindo terhadap penyandang disabilitas terus berkembang, dari peningkatan keterampilan dan kapasitas, dukungan sarana, hingga penciptaan ruang untuk mengembangkan karya dan peluang ekonomi.
Memperkuat Ekonomi Inklusif melalui Akses PembiayaanSebagai perusahaan penjaminan yang tergabung dalam ekosistem Danantara dan Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi inklusif melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.
Melalui layanan penjaminan, Jamkrindo menjembatani kebutuhan pelaku UMKM terhadap akses pembiayaan dengan memberikan dukungan penjaminan kepada lembaga keuangan.
Peran tersebut menjadi bagian dari upaya Jamkrindo untuk mendorong semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Hingga Agustus 2026, Jamkrindo mencatat volume penjaminan konsolidasi sebesar Rp235,44 triliun dengan jumlah 2,6 juta UMKM terjamin. Capaian tersebut mencerminkan kontribusi Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
Abdul Bari mengatakan, penguatan ekonomi inklusif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dan perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pemberdayaan masyarakat maupun perluasan akses terhadap sumber pembiayaan.
"Sebagai perusahaan penjaminan, Jamkrindo memiliki peran untuk menjembatani akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Kami ingin memastikan semakin banyak pelaku usaha memiliki kesempatan untuk berkembang, memperkuat usahanya, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas," ujar Abdul Bari.
Baca juga: Jamkrindo Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Merambah Sektor Ekonomi Kreatif, Seni dan BudayaMenurutnya, semangat pemberdayaan yang dilakukan Jamkrindo melalui program TJSL memiliki keterkaitan dengan peran perusahaan dalam memperkuat ekosistem ekonomi inklusif.
“Pemberdayaan masyarakat dan perluasan akses pembiayaan memiliki tujuan yang sejalan, yaitu membuka kesempatan agar semakin banyak masyarakat dapat tumbuh, mandiri, dan berdaya. Inilah yang terus kami dorong melalui peran Jamkrindo, baik melalui bisnis penjaminan maupun program TJSL,” lanjut Abdul Bari.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Jamkrindo berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang inklusif.
"Kami percaya setiap orang memiliki potensi untuk berkarya, berkembang, dan memberikan nilai. Karena itu, mari bersama-sama menciptakan masyarakat yang inklusif, setara, mandiri, dan berdaya," pungkas Abdul Bari.
(lsi)