LANGIT7.ID-, Sukabumi - Perubahan dunia kerja dan peluang bisnis di tengah disrupsi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan buatan atau
artificial intelligence (AI) memicu generasi muda untuk mampu bersaing dengan keahlian yang dimiliki.
Untuk itu, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan generasi muda melalui seminar bertajuk "Inovasi dan Kreativitas untuk Menjadi Entrepreneur Masa Depan".
Kegiatan yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Kota Sukabumi ini diinisiasi oleh Inovasi Muda Indonesia dengan tujuan membekali mahasiswa dengan kesiapan mental, kreativitas, serta keterampilan praktis untuk menghadapi masa depan.
Salah satu pembicara dari Tim Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan AI, Ma'ruf Mutaqin memaparkan pentingnya literasi pekerjaan masa depan atau future work. Ia menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan tertinggal dalam persaingan dunia kerja akibat pesatnya perkembangan teknologi.
"Tantangan utamanya bukan pada apakah pekerjaannya masih ada atau tidak di masa depan, melainkan pada keahliannya. Jika keahlian tidak terus ditingkatkan (upgrade), maka potensi relevansi kita di dunia kerja akan menyusut. Anak muda hari ini wajib memahami karakteristik pekerjaan masa depan," ujar Ma'ruf, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Baca juga: Jamkrindo Dorong Pengembangan Produk Olahan Susu Lokal di SlemanPembicara lain yakni Founder Karir Anak, Faisal Kamal, mengungkapkan besarnya peluang pemanfaatan AI di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut lebih dari 90 persen UMKM di Indonesia belum memanfaatkan teknologi AI secara optimal, meskipun transaksi produk digital terus menunjukkan peningkatan.
Faisal menekankan bahwa kemampuan, keahlian, dan kepercayaan menjadi faktor penting untuk memenangkan persaingan di era kecerdasan buatan. Karena itu, generasi muda perlu membangun audiens sekaligus memperkuat personal branding.
"Di era AI, pasar tetap akan memilih individu yang ahli dan bisa dipercaya. Kuncinya adalah bangun audience dan kuatkan branding. Jangan takut dengan latar belakang pendidikan, karena terbukti banyak anak magang non-IT yang didampingi Karir Anak kini sukses membangun startup dan bergerak di usaha digital seperti jasa kreatif video, ilustrasi, hingga desain," jelas Faisal.
Kemudian CEO Monday Media, Deni Irawan dalam kesempatan yang sama mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap perkembangan teknologi.
"Kita harus mengubah persepsi. AI itu tidak hanya digunakan untuk menulis, membuat foto, atau bikin video saja. Kehadiran kecerdasan buatan ini seharusnya mendorong kita semua untuk bertindak sebagai seorang Director (sutradara) yang memegang kendali penuh atas arah teknologi tersebut," tegas Deni.
Salah satu peserta, Muhammad Fajri, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keterbukaan wawasan dan pemahaman teknologi menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan produk digital yang semakin pesat. Diskusi juga mengangkat sisi lain perkembangan teknologi, khususnya dampak sosial dan lingkungan dari penggunaan AI.
Baca juga: AI Bukan Ancaman, Tapi Rekan Kerja: Jamkrindo Ajak Mahasiswa Tangerang Selatan Jadi Kreator Bisnis DigitalDukungan Jamkrindo sebagai sponsor utama dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis digital yang mandiri, kompetitif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Setelah menyambangi wilayah Kota Sukabumi, rangkaian seminar tersebut dijadwalkan berlanjut ke lokasi kedua di wilayah Sukabumi bagian selatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kewirausahaan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi bisnis di era digital.
(lsi)