LANGIT7.ID-Jakarta; Sebanyak 259.897 debitur pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat telah mendapatkan penjaminan dari PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo hingga Agustus 2026.
Jangkauan tersebut menjadi bagian dari total volume penjaminan Jamkrindo yang mencapai Rp21,9 triliun di wilayah Jawa Barat pada periode yang sama.
Salah satu wilayah yang mencatat kontribusi cukup besar adalah Cirebon. Kantor Cabang Jamkrindo Cirebon membukukan volume penjaminan Rp4,72 triliun dengan jumlah pelaku UMKM terjamin sebanyak 56.622 debitur.
Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Ardhi Setyarko mengatakan penjaminan merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM.
Ardhi berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperluas pasar.
“Kami berharap dukungan tersebut dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ardhi dalam keterangannya, dikutip Jumat (25/9/2026).
Di Cirebon, Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu produk dengan volume penjaminan yang tinggi dalam portofolio Jamkrindo Cabang Cirebon. Penjaminan diberikan sebagai bagian dari mitigasi risiko dalam penyaluran pembiayaan oleh lembaga keuangan.
Ardhi menjelaskan dukungan tersebut diberikan untuk menjaga kontinuitas bisnis pelaku usaha. Melalui mitigasi risiko dan penjaminan, mitra finansial mendapatkan dukungan dalam menyalurkan pembiayaan.
“Sementara pelaku usaha memperoleh ruang untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar,” katanya.
Ruang penjaminan Jamkrindo juga mencakup kebutuhan di luar pembiayaan KUR. Produk non-program yang disediakan meliputi penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, surety bond, customs bond, bank garansi, dan penjaminan distribusi barang.
Ardhi mengatakan diversifikasi produk tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan penjaminan yang tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan UMKM, tetapi juga aktivitas bisnis lainnya.
Salah satu penggunaannya terlihat pada PT Sriwijaya Putra Mandiri, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi sipil. Perusahaan tersebut mengerjakan sejumlah proyek di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah Jawa dan Sumatera.
Direktur Utama PT Sriwijaya Putra Mandiri Irwan Muslim mengatakan surety bond dari Jamkrindo digunakan untuk mendukung keikutsertaan perusahaan dalam tender dan memenuhi kebutuhan penjaminan pelaksanaan proyek.
“Dukungan surety bond dari Jamkrindo sangat membantu kami dalam mengikuti tender dan menjamin pelaksanaan proyek di lingkungan PT KAI,” ujar Irwan.
Menurut dia, penjaminan tersebut membuat perusahaan tidak perlu menyediakan agunan tunai untuk kebutuhan penjaminan proyek sehingga arus kas dapat digunakan untuk kegiatan operasional.
Pada segmen UMKM, manfaat penjaminan juga dirasakan Meylani Agustina, produsen kue di Cirebon, yang menggunakan pembiayaan KUR untuk menambah modal usaha.
“Dengan KUR saya mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha produksi kue. Modal tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan usaha dan meningkatkan kapasitas produksi,” kata Meylani.
Ardhi mengatakan Jamkrindo akan melanjutkan pengembangan produk dan layanan penjaminan untuk menjangkau kebutuhan pembiayaan serta aktivitas bisnis pelaku usaha.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat produk dan layanan penjaminan agar semakin mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha,” ujar Ardhi.
(lam)