Kadin Ungkap Potensi Besar Pariwisata di Wilayah Pasifik
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 25 Oktober 2021 - 16:24 WIB
Ilustrasi logo Pacific Exposition 2021: Pintu Gerbang Memasuki Pasar Pasifik. (Foto: Dok. Kemlu)
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membeberkan potensi pariwisata untuk mengembangkan kawasan properti mewah kelas atas high-end luxury tourism di kawasan Pasifik.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Tetap Asia Pasifik Kadin Indonesia, Hans Lukiman, dalam webinar "Pacific Exposition 2021: Pintu Gerbang Memasuki Pasar Pasifik". Menurutnya, potensi pasar dari sektor bisnis pariwisata di kawasan Pasifik itu mencapai 500 juta dolar Amerika Serikat (AS).
"Kita ingin melihat luxury tourism, di Pasifik ada kesempatan. Ada kekurangan (akomodasi) 130 ribu turis per tahun, ada peluang ekspansi ke Pasifik, artinya harus di-develop lagi," kata Hans, Senin (25/10).
Baca juga:Wisatawan Muslim Wajib Coba Tempat Makanan Halal Ini di Singapura
Dalam hal ini, Hans menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan potensi tersebut, mengingat pangsa pasar kelas atas dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan budget traveler.
Menurut Hans, kesempatan ini perlu diambil dan sangat mendesak untuk dikerjakan. Terlebih, kesamaan letak geografis dengan negara di Pasifik, Indonesia seharusnya bisa lebih bersaing dibandingkan dari negara lain.
"Kita familiar dengan medan perang seperti ini dibanding negara dengan satu pulau luas. Income per kapita mereka di mana kita tahu, ada 4 pendorong di Pasifik yaitu sektor ICT (Information and Communications Technology), fishery, tourism, dan labor mobility," ujar Hans.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Tetap Asia Pasifik Kadin Indonesia, Hans Lukiman, dalam webinar "Pacific Exposition 2021: Pintu Gerbang Memasuki Pasar Pasifik". Menurutnya, potensi pasar dari sektor bisnis pariwisata di kawasan Pasifik itu mencapai 500 juta dolar Amerika Serikat (AS).
"Kita ingin melihat luxury tourism, di Pasifik ada kesempatan. Ada kekurangan (akomodasi) 130 ribu turis per tahun, ada peluang ekspansi ke Pasifik, artinya harus di-develop lagi," kata Hans, Senin (25/10).
Baca juga:Wisatawan Muslim Wajib Coba Tempat Makanan Halal Ini di Singapura
Dalam hal ini, Hans menilai Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan potensi tersebut, mengingat pangsa pasar kelas atas dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan budget traveler.
Menurut Hans, kesempatan ini perlu diambil dan sangat mendesak untuk dikerjakan. Terlebih, kesamaan letak geografis dengan negara di Pasifik, Indonesia seharusnya bisa lebih bersaing dibandingkan dari negara lain.
"Kita familiar dengan medan perang seperti ini dibanding negara dengan satu pulau luas. Income per kapita mereka di mana kita tahu, ada 4 pendorong di Pasifik yaitu sektor ICT (Information and Communications Technology), fishery, tourism, dan labor mobility," ujar Hans.