Profil Ahmad Ali Zaki: Pendiri Gerak Bareng yang Gugur di NTT
Ahmad zuhdi
Ahad, 23 Agustus 2026 - 17:00 WIB
Pendiri Yayasan Gerak Bareng Ahmad Ali Zaki, atau yang lebih akrab disapa Bang Jek ini mengembuskan napas terakhirnya di tengah tugas saat menyalurkan bantuan bagi korban gempa bumi di NTT.
Dunia kemanusiaan Indonesia kembali berduka dengan gugurnya salah satu putra terbaiknya, Ahmad Ali Zaki, atau yang lebih akrab disapa Bang Jek. Sosok pendiri Yayasan Gerak Bareng ini mengembuskan napas terakhirnya di tengah tugas mulia saat menyalurkan bantuan bagi korban gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepergian almarhum meninggalkan jejak duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan relawan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang pernah tersentuh oleh kebaikan dan kepeduliannya.
Bang Jek dikenal luas sebagai pejuang kemanusiaan yang senantiasa berada di garis terdepan setiap kali bencana melanda tanah air. Melalui Gerak Bareng, ia mendedikasikan hidupnya untuk menghimpun dan menyalurkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan, tanpa mengenal lelah dan batas wilayah. Dari pelosok pedalaman Indonesia hingga aksi kemanusiaan di tingkat internasional, semangatnya untuk hadir membawa manfaat bagi sesama tidak pernah padam.
Misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur menjadi pengabdian terakhir bagi almarhum. Ketika gempa bumi mengguncang wilayah tersebut, Bang Jek tanpa ragu langsung turun ke lapangan untuk memastikan logistik dan bantuan dapat menjangkau warga terdampak di pelosok terpencil. Dalam perjuangannya yang intensif membagikan bantuan di tengah kondisi medan yang berat dan cuaca yang menantang, kondisi fisiknya yang kelelahan membuat almarhum akhirnya mengembuskan napas terakhir di medan pengabdian.
Duka cita atas gugurnya Bang Jek memicu respons dan penghormatan setinggi-tingginya dari berbagai lembaga negara, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta instansi penanganan darurat. Perwakilan BNPB dan tim gabungan menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengorbanan almarhum yang dinilai sebagai pahlawan kemanusiaan sejati. Kehadirannya di lokasi bencana bukan sekadar menyalurkan barang, melainkan memberikan harapan bagi warga yang sedang tertimpa musibah.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa pemerintah turut berbelasungkawa atas kepergian Ahmad Zaki yang gugur dalam tugas kemanusiaan di Kabupaten Manggarai. “Pemerintah menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Ahmad Zaki bin Ali Hamzan, selaku founder Yayasan Gerak Bareng, seorang relawan kemanusiaan yang meninggal dunia saat menjalankan misi membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi,” ujar Berton dalam keterangan resmi perkembangan penanganan bencana di NTT, dikutip Ahad (23/8/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima, Ahmad Zaki meninggal dunia pada Jumat (21/8/2026) pukul 16.04 Wita. Almarhum diketahui sedang berada di Posko Damer, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, untuk menyalurkan bantuan dan mendampingi warga terdampak gempa.
Kepergian almarhum meninggalkan jejak duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan relawan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang pernah tersentuh oleh kebaikan dan kepeduliannya.
Bang Jek dikenal luas sebagai pejuang kemanusiaan yang senantiasa berada di garis terdepan setiap kali bencana melanda tanah air. Melalui Gerak Bareng, ia mendedikasikan hidupnya untuk menghimpun dan menyalurkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan, tanpa mengenal lelah dan batas wilayah. Dari pelosok pedalaman Indonesia hingga aksi kemanusiaan di tingkat internasional, semangatnya untuk hadir membawa manfaat bagi sesama tidak pernah padam.
Misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur menjadi pengabdian terakhir bagi almarhum. Ketika gempa bumi mengguncang wilayah tersebut, Bang Jek tanpa ragu langsung turun ke lapangan untuk memastikan logistik dan bantuan dapat menjangkau warga terdampak di pelosok terpencil. Dalam perjuangannya yang intensif membagikan bantuan di tengah kondisi medan yang berat dan cuaca yang menantang, kondisi fisiknya yang kelelahan membuat almarhum akhirnya mengembuskan napas terakhir di medan pengabdian.
Duka cita atas gugurnya Bang Jek memicu respons dan penghormatan setinggi-tingginya dari berbagai lembaga negara, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta instansi penanganan darurat. Perwakilan BNPB dan tim gabungan menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengorbanan almarhum yang dinilai sebagai pahlawan kemanusiaan sejati. Kehadirannya di lokasi bencana bukan sekadar menyalurkan barang, melainkan memberikan harapan bagi warga yang sedang tertimpa musibah.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa pemerintah turut berbelasungkawa atas kepergian Ahmad Zaki yang gugur dalam tugas kemanusiaan di Kabupaten Manggarai. “Pemerintah menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Ahmad Zaki bin Ali Hamzan, selaku founder Yayasan Gerak Bareng, seorang relawan kemanusiaan yang meninggal dunia saat menjalankan misi membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi,” ujar Berton dalam keterangan resmi perkembangan penanganan bencana di NTT, dikutip Ahad (23/8/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima, Ahmad Zaki meninggal dunia pada Jumat (21/8/2026) pukul 16.04 Wita. Almarhum diketahui sedang berada di Posko Damer, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, untuk menyalurkan bantuan dan mendampingi warga terdampak gempa.