Menag Nasaruddin Umar Sebut Istiqamah Jadi Ukuran Meneladani Rasulullah
Tim langit 7
Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:55 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan istiqamah sebagai salah satu ukuran dalam meneladani Rasulullah SAW. Menurutnya, keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup diwujudkan melalui kecintaan, tetapi perlu tercermin dalam sikap dan perilaku yang dijaga secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
“Gampang kalau mau mengukur dirinya apakah seperti pengikut Rasulullah atau bukan, ukurannya adalah istiqamah,” ujar Menag saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Attaqwa, Babelan, Bekasi,dikutip Rabu (26/8/2026).
Menurut Menag, istiqamah tidak sekadar berarti konsisten dalam melakukan sesuatu. Ia menguraikan kata tersebut melalui sejumlah nilai yang dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter seorang Muslim, yakni: ikhlas, sabar, tawadu, ihsan, qana'ah, amanah, muru’ah, akhlak, dan al-haya atau rasa malu.
Menag menjelaskan, nilai-nilai tersebut saling berkaitan dalam membentuk pribadi yang mampu menjaga kebaikan secara berkelanjutan. Ikhlas menjadi dasar dalam berbuat, kesabaran diperlukan dalam menghadapi berbagai keadaan, sementara tawadu mengajarkan seseorang untuk tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.
Selanjutnya, ihsan mendorong seseorang untuk memberikan yang terbaik, qanaah mengajarkan sikap menerima dan mensyukuri apa yang dimiliki, sedangkan amanah berkaitan dengan kemampuan menjaga kepercayaan. Adapun muru’ah, akhlak, dan rasa malu menjadi bagian dari penjagaan kehormatan serta perilaku seorang Muslim.
“Apakah kita akan menjadi umatnya Rasulullah, lihat kriterianya apakah saya istiqamah atau tidak,” katanya.
Menag menegaskan, istiqamah pada akhirnya berkaitan erat dengan akhlak. Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan menjaga nilai-nilai tersebut secara konsisten, bukan hanya pada momentum tertentu.
“Gampang kalau mau mengukur dirinya apakah seperti pengikut Rasulullah atau bukan, ukurannya adalah istiqamah,” ujar Menag saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Jami Attaqwa, Babelan, Bekasi,dikutip Rabu (26/8/2026).
Menurut Menag, istiqamah tidak sekadar berarti konsisten dalam melakukan sesuatu. Ia menguraikan kata tersebut melalui sejumlah nilai yang dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter seorang Muslim, yakni: ikhlas, sabar, tawadu, ihsan, qana'ah, amanah, muru’ah, akhlak, dan al-haya atau rasa malu.
Menag menjelaskan, nilai-nilai tersebut saling berkaitan dalam membentuk pribadi yang mampu menjaga kebaikan secara berkelanjutan. Ikhlas menjadi dasar dalam berbuat, kesabaran diperlukan dalam menghadapi berbagai keadaan, sementara tawadu mengajarkan seseorang untuk tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.
Selanjutnya, ihsan mendorong seseorang untuk memberikan yang terbaik, qanaah mengajarkan sikap menerima dan mensyukuri apa yang dimiliki, sedangkan amanah berkaitan dengan kemampuan menjaga kepercayaan. Adapun muru’ah, akhlak, dan rasa malu menjadi bagian dari penjagaan kehormatan serta perilaku seorang Muslim.
“Apakah kita akan menjadi umatnya Rasulullah, lihat kriterianya apakah saya istiqamah atau tidak,” katanya.
Menag menegaskan, istiqamah pada akhirnya berkaitan erat dengan akhlak. Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan menjaga nilai-nilai tersebut secara konsisten, bukan hanya pada momentum tertentu.