home global news

Fadli Zon: Kampus Harus Jadi Pusat Pelestarian Kearifan Lokal Nusantara

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:13 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan pidato kebudayaan dalam rangkaian perayaan Dies Natalis Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta yang ke-46. Kehadiran Menbud Fadli Zon dan Wali Kota Surakarta, Respati Ardianto, menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan dengan menggandeng institusi pendidikan tinggi sebagai pusat preservasi kearifan lokal Nusantara.

Dalam pidatonya, Menbud Fadli Zon menekankan bahwa UTP memiliki tanggung jawab sejarah untuk tidak sekadar menjadi tempat transfer pengetahuan ilmiah, melainkan juga berfungsi sebagai hub kebudayaan dan ruang inovasi berbasis identitas nasional. Menbud menyoroti kekayaan mega diversity Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia dengan peninggalan sejarah yang sangat panjang, seraya memaparkan keberhasilan diplomasi kebudayaan dalam upaya repatriasi ribuan artefak bersejarah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Menteri Kebudayaan turut menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi UTP yang konsisten mencetak SDM unggul dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. "Kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, baik dengan dosen maupun mahasiswa dalam berbagai kegiatan pemugaran dan revitalisasi bangunan keraton serta candi, sangat kami hargai. Kementerian Kebudayaan memang harus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, civitas akademika di perguruan tinggi, hingga komunitas budaya dan padepokan," jelasnya.

Rektor UTP Surakarta, Winarti, menyambut baik kehadiran Menbud beserta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan. Winarti menegaskan komitmen UTP dalam mewarisi karya budaya nilai luhur Tri Ciri Tentara Pelajar, yakni Patriotisme, Kepeloporan, dan Kemandirian, yang senantiasa dihidupkan sebagai napas pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Sejalan dengan upaya pelestarian warisan budaya yang menjadi fokus pendokumentasian kementerian, kolaborasi praktis antara UTP dan Kementerian Kebudayaan telah berjalan erat. Mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik UTP tercatat terjun langsung membantu proyek pemugaran candi, penataan museum, restorasi keraton, serta menjalankan serangkaian uji kelayakan material bersejarah seperti pengujian bata kuno. Keterlibatan ini memastikan bahwa integritas situs-situs bersejarah tetap terjaga sesuai dengan standar konservasi dan pendokumentasian warisan bangsa.

Dari sisi pelestarian warisan budaya takbenda, UTP juga menaruh perhatian besar melalui inisiatif GOARA (Gabungan Olahraga Tradisional Indonesia), yang bertujuan menghidupkan kembali berbagai permainan rakyat Nusantara seperti egrang, balap karung, lompat tali, dan sunda manda. Ke depan, sinergitas antara UTP dan Kementerian Kebudayaan akan terus diperluas dengan melibatkan fakultas lainnya, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, serta FKIP, guna mengakselerasi pemajuan kebudayaan di berbagai dimensi kehidupan masyarakat.

Hadir dalam acara Dies Natalis Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta yang ke-46 yaitu Wali Kota Surakarta, Respati Ardianto; Rektor Universitas Tunas Pembangunan; Winarti, dan Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Pembangunan Indonesia, Leni Pramesti. Turut hadiri mendampingi Menteri Kebudayaan yaitu ⁠⁠Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda, Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Inteletual, I Made Dharma Suteja; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah Riris Purbasari.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya