LANGIT7.ID, Jakarta; - Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin, memberikan arahan strategis kepada Lembaga Konsultasi Ketahanan Keluarga (LK3) Persistri. Ia menegaskan pentingnya membangun ketahanan keluarga Muslim sebagai pilar utama benteng dakwah dan penegakan nilai-nilai syariah Islamiyah di tengah kompleksitas tantangan zaman.
Ustaz Jeje menyampaikan bahwa keluarga merupakan institusi paling dasar sekaligus madrasah pertama bagi pembentukan iman, akhlak, dan peradaban umat. Kekuatan sebuah peradaban tidak mungkin berdiri di atas fondasi keluarga yang rapuh.
"Keluarga merupakan institusi paling dasar dalam kehidupan umat sekaligus madrasah pertama bagi pembentukan iman, akhlak, kepribadian, dan peradaban. Kekuatan umat tidak mungkin dibangun di atas keluarga-keluarga yang rapuh," ujar Ustaz Jeje dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8/2026).
Ia menekankan agar setiap keluarga di lingkungan jam'iyyah dapat mentransformasi diri menjadi usrah da'wiyyah atau keluarga dakwah. Menurutnya, seluruh anggota keluarga—mulai dari suami, istri, hingga anak-anak—harus berjalan bersama dalam menegakkan ajaran Islam.
"Karena itu, keluarga anggota dan simpatisan Jam’iyyah harus diarahkan menjadi usrah da‘wiyyah, keluarga dakwah. Suami, istri, dan anak-anak bukan hanya hidup bersama, tetapi bersama-sama menjadi bagian dari perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam," tegasnya.
Menghadapi era digital, Ustaz Jeje juga mengingatkan besarnya tantangan yang mengintai ketahanan keluarga, mulai dari arus informasi tanpa batas, judi online, hingga pergaulan bebas. Ia meminta agar penegakan syariah tidak berhenti pada tataran wacana atau ceramah semata, melainkan dihidupkan secara nyata dalam interaksi sehari-hari di dalam rumah.
"Syariah Islam tidak cukup menjadi wacana dalam ceramah dan forum kajian. Syariah harus menjadi nilai yang hidup dalam keluarga," tuturnya.
Secara khusus, PP Persis mengarahkan LK3 Persistri untuk tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial atau menangani masalah rumah tangga secara reaktif. Lembaga tersebut didorong untuk menjadi pusat edukasi, pencegahan, pendampingan, dan advokasi keluarga secara berkelanjutan melalui enam agenda strategis: penguatan akidah, keharmonisan perkawinan, perlindungan generasi, literasi digital, kemandirian ekonomi, serta pembentukan keluarga kader.
"Jika kita ingin membangun umat, bangunlah keluarganya. Jika kita ingin menyelamatkan generasi, kuatkanlah orang tuanya. Dan jika kita menginginkan tegaknya nilai-nilai syariah Islamiyah dalam kehidupan, hidupkanlah syariah itu pertama-tama di dalam rumah-rumah kita," pungkas Ustaz Jeje.
(zhd)