Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Amany Lubis menyebutkan ada enam ruang lingkup ketahanan keluarga di lingkungan pondok
Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yunitas Sari, mengatakan, kompleksitas permasalahan keluarga berpotensi melemahkan institusi negara sebagai pondasi kekuatan negara. Salah satu inspirasi dalam menjaga ketahanan keluarga ada dalam tradisi masyarakat sunda.
Wapres menilai tantangan global yang tengah dihadapi warga dunia erat berkaitan dengan peran perempuan. Pasalnya, perempuan merupakan bagian dari warga dunia dan juga masuk ke dalam kelompok kerja.
Dalam hal ini, orang tua diwajibkan bertanggung jawab baik perkara dunia maupun akhirat. Karena itu, sangat penting mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi orang tua bagi si kecil.
Ia menjelaskan, anak lahir dengan keadaan percaya kepada orang tua. Bahkan sejak baru lahir buah hati pun mampu mengenal siapa orang tuanya meski masih dalam keadaan belum bisa melihat.
Ustaz Akmal mencontohkan dari kisah Nabi Adam AS tersebut, sebenarnya kesalahan yang dibuat Nabi Adam AS bukan murni dari dirinya sendiri, melainkan pengaruh eksternal yakni sang iblis merayu Nabi Adam untuk memakan buah khuldi agar kekal di surga.
Prof Kamarudin menegaskan, KUA berperan sangat sentral dalam mengatasi masalah-masalah keluarga dengan melakukan sejumlah program. KUA yang berbasis kecamatan akan ditingkatkan, baik fasilitas maupun petugas di dalamnya.
Hubungan harmonis tersebut tidak hanya berlaku untuk 10-15 tahun ke depan saja, tetapi juga seumur hidup. Dalam Islam pernikahan dilakukan untuk mendapatkan rida Allah SWT agar selalu berada di jalan yang lurus menuju surga-Nya.
Hal ini ia ungkapkan lewat cuitan akun twitter miliknya @cholilnafis. Pada unggahan tersebut ia juga memaparkan foto dirinya yang disumpah di atas Al-Qur'an.