Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home global news detail berita

Bimas Islam: KUA Berperan Penting dalam Bangun Ketahanan Keluarga

ummu hani Jum'at, 30 September 2022 - 15:37 WIB
Bimas Islam: KUA Berperan Penting dalam Bangun Ketahanan Keluarga
Gedung Kemenag di Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Kasus perceraian di Indonesia terbilang cukup tinggi. Menurut data Kementerian Agama (Kemenag) sebanyak 400 ribu orang bercerai setiap tahun.

Kemenag melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam akan merevitalisasi, Kantor Urusan Agama (KUA) agar baik dari segi fasilitas maupun sumber dayanya agar mampu memberikan layanan prima kepada masyarakat.

Dirjen Bimas Islam, Prof Kamarudin Amin mengatakan, ketahanan keluarga memiliki banyak penyebab. Dalam hal ini, KUA berperan penting dalam mengatasi masalah tersebut.

“Kita punya masalah angka perceraian sangat tinggi, padahal ketahanan keluarga terkorelasi dengan ketahanan nasional. Selanjutnya banyak perkawinan anak yang masih tinggi," kata Prof Kamarudin dalam pertemuan dengan media baru-baru ini.

"Padahal sudah ada undang-undang regulasi yang mengatur perkawinan seseorang baik laki-laki maupun perempuan minimal berusia 19 tahun,” imbuhnya.

Menurut Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini, usia di bawah 19 tahun belum siap menjalani rumah tangga, baik secara ekonomi, psikologi, emosi, maupun kesehatan.

Baca Juga: Dirjen Bimas Islam: Agama Harus Jadi Instrumen Perekat Bangsa

“Ini menyebabkan bertambahnya angka perceraian, masalah kekerasan dalam rumah tangga berpotensi terjadi juga. Jika anak di bawah usia tersebut (19 tahun) sudah menikah tapi kesehatan belum siap, muncul lagi masalah stunting, yang anak dilahirkan di bawah rata-rata,” ucap Prof Kamarudin.

Prof Kamarudin menegaskan, KUA berperan sangat sentral dalam mengatasi masalah-masalah keluarga dengan melakukan sejumlah program. KUA yang berbasis kecamatan akan ditingkatkan, baik fasilitas maupun petugas di dalamnya.

“KUA yang dulu dikenal dengan istilah Kantor Urusan Asmara, setelah ini bukan lagi demikian. KUA bukan hanya mengurus urusan asmara saja tapi juga semua hal mengenai kekeluargaan,” tuturnya.

Prof Kamarudin mengatakan, KUA juga akan memberikan bimbingan pra nikah kepada calon suami istri. “Setelah nikah juga dibimbing, ini supaya mencegah masalah perceraian dengan pengetahuan maka mereka dapat mendapatkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Kita juga bekerja sama dengan kementerian kesehatan, jadi bukan hanya bimbingan agama,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Peretasan, Ribuan Mahasiswa Muhammadiyah Kirim Surat ke Presiden

Secara kesehatan, calon pasangan suami istri akan dibimbing seperti bagaimana menjadi ibu untuk menjaga kesehatan anak dan dirimya agar tidak memroduksi anak-anak stunting.

“Oleh karena itu, KUA harus memberikan layanan yang beriman, yang bagus. KUA sebagai pusat pemberdaya umat, masih banyak lagi di KUA yang bisa dilakukan, KUA harus memberikan layanan yang prima terhadap masyarakat,” ujar Prof Kamarudin.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan