LANGIT7.ID, Jakarta - Kendati diperbolehkan, namun Allah SWT sangat membenci perceraian. Sebab itu perlu adanya interaksi terbuka antara sepasang suami istri supaya menciptakan suasana hubungan yang harmonis dengan hiasan sakinah mawaddah wa rahmah.
Hubungan harmonis tersebut tidak hanya berlaku untuk 10-15 tahun ke depan saja, tetapi juga seumur hidup. Dalam Islam pernikahan dilakukan untuk mendapatkan rida Allah SWT agar selalu berada di jalan yang lurus menuju surga-Nya.
Berikut lima tema khutbah Jumat mengenai ketahanan rumah tangga agar terhindar dari perceraian yang dapat dibawakan khatib kepada jama'ah:
1. Memenuhi Kewajiban dan Tanggung Jawab Rumah tangga yang ideal menurut Islam, yakni saling memenuhi kewajiban dan tanggung jawab masing-masing. Bila kewajiban dan tanggung jawab dari masing-masing pasangan terpenuhi, tentu tidak akan tidak akan terjadi perbedaan pendapat yang terlalu berarti. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
''Barang siapa menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.'' (HR Thabrani).
2. Memerkuat Hubungan dengan AllahDalam berumah tangga kita harus selalu mengingat kebesaran Allah yang telah memersatukan kedua insan. Selain itu, pasangan yang saling mencintai karena Allah juga akan membuat rumah tangga kian bahagia dan harmonis. Sebab hubungan yang baik dengan Allah akan memengaruhi hubungan yang baik juga dengan pasangan.
Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 1:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Artinya: “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
3. Selalu Giat Semangat Beribadah kepada Allahوَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”
Baca Juga: Sejarawan: Syekh Yusuf Al-Qaradhawi Satukan Islam Lewat Ratusan KaryaGiat semangat beribadah kepada Sang Pencipta sangat penting, sebab adanya kasih sayang antara suami dan istri termasuk nikmat yang Allah berikan. Allah memiliki sifat muqallibal qulub (Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati). Dan Allah SWT juga yang menetapkan hati sepasang suami istri saling mencintai.
4. Bersyukur Satu Sama LainDalam berumah tangga, rasa syukur akan menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih nikmat. Ketika muncul konflik atau ujian yang dihadapi bersama, rasa syukur akan membantu anggota keluarga untuk tetap kuat dan berada di jalan Allah SWT.
5. Tanamkan Nilai-nilai IslamDalam berumah tangga sangat perlu menanamkan Nilai-Nilai Islam agar segala sesuatu yang dijalani mendapat ridha dari Allah SWT. Sebaik-baiknya rumah tangga adalah mereka yang menanamkan nilai-nilai Islam dalam menjalin hubungan. Rumah tangga yang kuat akan nilai agama, pastinya akan menghasilkan hubungan yang harmonis hingga akhir hayat.
(zhd)