Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Keluarga Ideal Merupakan Benteng Kokoh dari Perang Pemikiran

Andi Muhammad Selasa, 01 November 2022 - 06:45 WIB
Keluarga Ideal Merupakan Benteng Kokoh dari Perang Pemikiran
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Problematika kehidupan zaman sekarang semakin kompleks. Setiap orang terutama anak muda terpapar bahaya di mana-mana. Sejatinya, keluarga ideal menjadi benteng yang kokoh untuk berlindung dari serangan pemikiran-pemikiran destruktif.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat, Ustaz Akmal Sjafril mengatakan, masalah utama dari masa ke masa adalah kerusakan pemikiran yang erat kaitannya dengan perang pemikiran sehingga mempengaruhi hasil pemikiran yang salah.

"Perang pemikiran makin kesini makin tampak nyata, saya rasa kita bisa melihat dengan nyata apa yang terjadi dengan sekarang," kata Ustaz Akmal dalam kajian Ngaso (Ngaji Sore) secara virtual bertajuk 'Tantangan Rumah Tangga Masa Kini: Membentuk Benteng Terkuat dalam Menghadap Problematika Kontemporer', Senin (31/10/2022) malam.

Baca Juga: Pentingnya Belajar Agama Sekeluarga di Tengah Kesibukan Kerja

Dia menjelaskan, perang pemikiran yang mengakibatkan kerusakan pemikiran akan terus terjadi bahkan semakin kencang hingga akhir zaman. Bahkan hal tersebut telah terjadi sejak dulu, tepatnya ketika Nabi Adam AS digoda Iblis untuk memakan buah khuldi.

Ustaz Akmal mencontohkan dari kisah Nabi Adam AS tersebut, sebenarnya kesalahan yang dibuat Nabi Adam AS bukan murni dari dirinya sendiri, melainkan pengaruh eksternal yakni sang iblis merayu Nabi Adam untuk memakan buah khuldi agar kekal di surga.

"Jadi dia memanfaatkan keinginan Nabi Adam yang sebenarnya fitrah, kalau saja iblis ini mengatakan 'hai Adam kita murtad saja yuk, saya yakin Nabi Adam tidak akan mempertimbangkan itu'," jelasnya.

Di zaman sekarang yang semakin modern, kata dia, kian banyak tipu daya yang bertebaran di internet terutama pada media sosial. Tak sedikit juga anak-anak terpengaruh perang pemikiran yang mengakibatkan kerusakan dalam berpikir.

Baca Juga: Efek Buruk Minum Sambil Berdiri, Waspadai Gangguan Ginjal

Maka dari itu, keluarga memiliki peran penting dalam memproteksi si buah hati dengan memiliki hubungan yang terjaga. Terlebih keluarga harus bisa menjadi benteng kokoh dalam menghadapi problematika kontemporer.

Hal ini perlu dilakukan agar sang anak terbuka kepada orang tuanya dalam bertanya suatu hal, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pola pikir menyimpang yang mereka temukan dari internet ataupun pihak eksternal lainnya.

"Jadi memang tipuan-tipuan semacam ini yang paling bahaya karena dia mengganggu cara kita berpikir, mengganggu pemikiran kita yang lurus jadi salah berpikir," tuturnya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)