LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percusion dikenal sebagai pasangan yang kompak, baik dalam urusan bisnis hingga parenting. Keduanya juga punya perhatian khusus dalam mengenalkan ajaran agama pada anak sematang wayang mereka, Dia Sekala Bumi.
Melalui laman Instagram pribadinya, Ditto mengakui Ayudia yang kerap berinteraksi dengan Sekala soal mengaji.
Momen tersebut kerap diabadikan Ditto untuk kemudian diunggah dalam media sosialnya. Seperti saat ini, di mana Ditto melihat pemandangan menyejukkan hati saat pulang kantor.
Baca juga:
Intip Kegiatan Ria Ricis dan Teuku Ryan Usai Jalani Sidang MediasiDalam foto yang diunggah, Ditto memperlihatkan saat Sekala dan Ayudia tengah beribadah.
"Pulang kantor semalam masuk2 dua kesayanganku lagi ibadah :)" tulis Ditto di akun Instagram @dittopercusion, Jumat (23/2/2024).
Foto tersebut memperlihatkan Ayudia yang tengah mengaji lewat gawai, sementara Sekala tampak sedang shalat.
![Pulang Kantor, Ditto Disambut Pemandangan Adem: Istri Ngaji, Anak Shalat]()
Ditto pun memuji sang istri karena telah berhasil mengenalkan kewajiban agama pada anaknya.
"Ku bersaksi nanti! Yang ajari anakku pintar mengaji dan hafalan quran. Ya istriku ini," ungkap Ditto.
Sebelumnya Ditto juga sempat 'memamerkan' momen ketika Ayudia mendamping Sekala mengaji. Namun, Ditto mengaku minder untuk bergabung dengan keduanya.
Usut punya usut, saat itu Ayudia menjelaskan makna surat Al An'am dengan bahasa Inggris.
"Ketika kamu kehilangan mainanmu, ingat? Kamu harus ikhlas. Kamu harus merelakannya. Karena itu bukan punyamu. Paham?" jelas Ayudia dengan menggunakan Bahasa Inggris, dirangkum akun TikTok @dittoayudia, Kamis (25/1/2024).
"Okay," jawab Sekala.
"Seperti yang dikatakan Quran, doa, penyembahan, kehidupan, kematian, semua karena Tuhan. (Surat) Al An'am. Dan ini adalah ayat favoritku," jelas Ayudia lagi.
Diketahui dalam kesehariannya Ayudia membiasakan Sekala dengan bahasa Inggris.
"Ya Allah gimana mau joint, dia belajar Quran terjemahan Inggris," tulis Ditto di TikToknya seperti mengakui ketidakpercayaan dirinya.

(ori)