LANGIT7.ID, Jakarta - Investasi paling utama kepada anak adalah kepercayaan. Karena dalam kepercayaan timbul sebuah kedekatan yang membuat hubungan orang tua dengan anak menjadi sangat erat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat, Ustaz Akmal Sjafril dalam dalam kajian Ngaso secara virtual bertema '
Tantangan Rumah Tangga Masa Kini: Membentuk Benteng Terkuat dalam Menghadapi Problematika Kontemporer', Senin (31/10/2022) malam.
"Jangan sampai ada sesuatu pun yang merusak kedekatan kita kepada anak, harus kita yang paling dekat dengan anak-anak kita," ujar Ustaz Akmal.
Baca Juga: 3 Cara Pikir Positif Para Moms Jalani Peran dengan NyamanLebih lanjut, ia menjelaskan, anak lahir dengan keadaan percaya kepada orang tua. Bahkan sejak baru lahir buah hati pun mampu mengenal siapa orang tuanya meski masih dalam keadaan belum bisa melihat.
"Dari mana? dari mencium baunya, mencium wangi tubuhnya sudah tahu ini ibu saya, ini tidak tahu siapa perawat atau siapa dia tahu siapa ibunya. Kemudian dia bisa mendengar, dia tahu suara ayahnya," kata dia.
Itu merupakan fitrah, lanjut dia, anak lahir dalam keadaan percaya kepada orang tuanya bukan kepada yang lain. Oleh karena itu, orang tua harus menjalin komunikasi yang intens, tidak boleh lalai, dan harus menjalin hubungan yang baik dengan anak.
Terlebih di era sekarang anak dapat bergaul dengan siapapun di media sosial serta mendapatkan segala bentuk informasi dengan mudah di internet. Di sinilah peran orang tua dibutuhkan, sebab anak cenderung mudah percaya dengan apa yang disampaikan di internet.
Baca Juga: Jangan Anggap Syahwat Aib, Salurkan ke Tempat Baik dan TerhormatJika anak mendapatkan suatu informasi yang sebaiknya tidak boleh diketahui dengan usianya yang tidak sesuai, anak akan terbuka dan bertanya kepada orang tuanya perkara tersebut apakah benar atau tidak. Oleh karena itu, hubungan harmonis antara orang tua dan anak perlu dijaga. Jika tidak, maka anak akan bersifat tertutup kepada orang tuanya.
"Anak itu sudah pasti percaya, sudah pasti berpihak kepada orang tuanya. Maka dalam kemudian hari kedekatan itu rusak apabila ada yang tidak beres dalam perjalanan, nah itu yang harus diwaspadai," jelasnya.
(zhd)