LANGIT7.ID, Jakarta -
Syahwat merupakan nafsu atau keinginan untuk berhubungan badan dengan lawan jenis. Hal ini menjadi kodrat, sehingga syahwat tidak dapat dianggap sebuah aib.
Pendakwah
Buya Yahya mengatakan, syahwat bukan aib dan cela, karena semua orang memilikinya. Namun, syahwat harus disalurkan pada tempat yang baik dan terhormat.
"Allah Maha Pengasih, dan tidak diberikan kepada seorang hamba sebuah syahwat kecuali Dia sediakan pula penyalurannya yang bersih dan terhormat," jelas dia diakun TikTok
@albahjahtv.official, dikutip Ahad (30/10/2022).
Menurutnya, syahwat yang disalurkan kepada sesuatu yang baik akan menjadi prestasi di hadapan Rasulullah SAW. Prestasi ini berupa sebuah jalinan pernikahan.
Baca Juga: Ustadz Rahman: Menikah bukan Sekedar Menyalurkan Syahwat"Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat)." (HR. Ibnu Majah).
Selain itu, menikah juga akan membuka rezeki ladang pahala yang baru. Seperti memberi nafkah kepada keluarga yang bernilai sedekah.
"Nabi bangga dengan umatnya yang menikah dan memiliki keturunan. Sebab, di sinilah syahwat digunakan untuk sesuatu yang bersih dan halal," tambahnya.
(bal)