Sampah Bekasi Bakal Jadi Listrik, PLN Siapkan Serapan 223.584 MWh per Tahun
Tim langit 7
Jum'at, 28 Agustus 2026 - 10:50 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Bekasi; PT PLN (Persero) terus mendukung inisiatif Pemerintah dalam menghadirkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai wilayah di Tanah Air. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreementdan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dalam agenda Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi pada Rabu (26/8).
Dalam agenda tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa selama ini pengembangan PSEL menghadapi berbagai hambatan regulasi dan perizinan. Kondisi tersebut membuat pengembangan proyek waste to energyberjalan lambat, padahal persoalan sampah terus menjadi tantangan di berbagai daerah.
“Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua (proyek). Satu tidak jalan, satu hidup mati-hidup mati. Hampir tidak bisa jalan karena rumit dan ruwet. Nah ini kita rapihkan. Dari sini tinggal tiga (aturan),” ujar Zulkifli dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Menurut Zulkifli, percepatan penanganan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pihaknya terus mengawal pelaksanaan program dan menyelesaikan berbagai hambatan yang muncul, sementara pembangunan dan proses bisnis dijalankan oleh para pihak terkait sesuai perannya masing-masing.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pembangunan PSEL Kota Bekasi menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan persoalan sampah di wilayahnya. Ia berharap pembangunan fasilitas ini dapat segera berjalan dan memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat akan pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Untuk itu, semoga apa yang dicanangkan hari ini bisa berjalan dengan cepat dan mampu merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, pembangunan PSEL juga perlu diiringi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Ia menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan agar penanganan persoalan sampah dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Dalam agenda tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa selama ini pengembangan PSEL menghadapi berbagai hambatan regulasi dan perizinan. Kondisi tersebut membuat pengembangan proyek waste to energyberjalan lambat, padahal persoalan sampah terus menjadi tantangan di berbagai daerah.
“Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua (proyek). Satu tidak jalan, satu hidup mati-hidup mati. Hampir tidak bisa jalan karena rumit dan ruwet. Nah ini kita rapihkan. Dari sini tinggal tiga (aturan),” ujar Zulkifli dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Menurut Zulkifli, percepatan penanganan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pihaknya terus mengawal pelaksanaan program dan menyelesaikan berbagai hambatan yang muncul, sementara pembangunan dan proses bisnis dijalankan oleh para pihak terkait sesuai perannya masing-masing.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pembangunan PSEL Kota Bekasi menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan persoalan sampah di wilayahnya. Ia berharap pembangunan fasilitas ini dapat segera berjalan dan memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat akan pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Untuk itu, semoga apa yang dicanangkan hari ini bisa berjalan dengan cepat dan mampu merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, pembangunan PSEL juga perlu diiringi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Ia menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan agar penanganan persoalan sampah dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.