Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 28 Agustus 2026
home global news detail berita

Laba Yanaprima Hastapersada Melonjak 530%, Ini Strategi Hadapi Kelangkaan Bahan Baku

nabil Jum'at, 28 Agustus 2026 - 10:46 WIB
Laba Yanaprima Hastapersada Melonjak 530%, Ini Strategi Hadapi Kelangkaan Bahan Baku
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) mencatat lonjakan laba pada semester I 2026. Laba tahun berjalan perseroan mencapai Rp15,5 miliar, berbalik dari rugi Rp3,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut disampaikan perseroan dalam Public Expose Insidentil YPAS, Jumat (28/8/2026). Dalam paparan tersebut, laba tahun berjalan perseroan disebut meningkat 530% dibandingkan semester I 2025.

Direktur Keuangan Yanaprima Hastapersada Rinawati mengatakan peningkatan profitabilitas terjadi seiring kenaikan pendapatan dan efisiensi biaya yang dilakukan perseroan.

“Seiring dengan terkoreksinya harga jual karena adanya kenaikan harga bahan baku, hal ini berhasil meningkatkan nilai penjualan perseroan serta adanya efisiensi beban pabrikasi memberikan peningkatan margin laba kotor sebesar 254,7%,” kata Rinawati dalam Public Expose YPAS, Jumat (28/8/2026).

Pada semester I 2026, penjualan bersih YPAS tercatat Rp196,45 miliar, naik 14,3% dibandingkan Rp171,93 miliar pada periode yang sama 2025. Sementara laba bruto meningkat menjadi Rp35,77 miliar dari sebelumnya Rp10,08 miliar.

Berani Ambil Order Saat Pesaing Batasi Penjualan

Perseroan mengungkapkan salah satu faktor yang membantu kinerja perseroan adalah keputusan untuk tetap menerima pesanan ketika industri menghadapi keterbatasan bahan baku.

Gejolak geopolitik di Timur Tengah pada awal 2026 disebut berdampak terhadap pasokan polipropilena. Kondisi tersebut membuat harga bahan baku meningkat tajam sekaligus menyebabkan ketersediaannya terbatas.

Menurut perseroan, situasi tersebut juga membuat sejumlah pesaing YPAS membatasi penjualan. Perseroan kemudian mengambil peluang dengan tetap memenuhi permintaan pelanggan, baik dari pasar lokal maupun ekspor.

“Tetapi dari perseroan mengambil momentum tersebut kita berusaha untuk mencari cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen ekspor dan lokal sehingga dengan momentum tersebut kami pun mengambil risiko untuk menerima order-order ini yang saat itu belum diterima oleh pesaing-pesaing kami baik di lokal dan di ekspor.” kata Manajer Marketing YPAS Bernard.

Bernard menjelaskan, perseroan memberikan harga penawaran yang lebih premium karena risiko pengadaan bahan baku saat itu cukup besar. Strategi tersebut kemudian memberikan hasil positif terhadap kinerja perusahaan.

“Ternyata setelah kami jalani, kami tentunya dengan memberikan harga penawaran yang cukup premium ya, karena risikonya juga cukup besar untuk perseroan dan hasilnya ternyata cukup stabil dan membuahkan hasil yang cukup positif untuk perseroan.” lanjutnya.

Harga Bahan Baku Naik hingga 90%

Rinawati sebelumnya menjelaskan harga bahan baku mengalami kenaikan cukup tajam pada akhir triwulan pertama 2026. Kenaikan tersebut disebut berada di kisaran 80% hingga 90%.

Kondisi geopolitik yang belum stabil juga masih memengaruhi harga serta ketersediaan bahan baku hingga akhir semester I 2026. Selain itu, perusahaan menghadapi kenaikan kurs dolar AS sebesar 6,4% dalam enam bulan sejak akhir 2025.

Di tengah kondisi tersebut, YPAS melakukan penyesuaian harga jual mengikuti perubahan harga bahan baku. Perseroan juga berupaya mengamankan ketersediaan bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif.

Dari sisi pasar, strategi ekspor menjadi salah satu penopang pertumbuhan. Penjualan lokal pada semester I 2026 turun 1,7%, sedangkan penjualan ekspor melonjak 159,3%. Perseroan menyebut peningkatan tersebut didorong permintaan dari pasar Asia dan Amerika Selatan serta perluasan pasar di Amerika Utara.

Selain ekspor, penjualan karung plastik meningkat 48,7% menjadi Rp92,8 miliar, terutama didorong sektor pangan. Sebaliknya, penjualan kantong semen turun 40,5% menjadi Rp47,2 miliar seiring melemahnya permintaan. Penjualan roll sheet dan sandwich juga meningkat 79,8%, terutama karena permintaan pasar ekspor.

Untuk semester II 2026, YPAS akan tetap memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan pasar lokal, khususnya sektor pangan seperti beras, gula, tepung dan pakan ternak. Perseroan juga menargetkan peningkatan produktivitas melalui peremajaan mesin produksi serta efisiensi biaya.

Meski demikian, perseroan belum dapat memastikan apakah kondisi positif dari strategi mengambil order di tengah kelangkaan bahan baku dapat dipertahankan hingga akhir tahun. Hal tersebut masih akan bergantung pada perkembangan pasar ke depan.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 28 Agustus 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:58
Ashar
15:16
Maghrib
17:56
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan