Kabar Baik Bagi Argentina dan Messi: FIFA izinkan Paredes, Molina, dan Almada Menjalani Sanksi Piala Dunia
Sururi al faruq
Jum'at, 28 Agustus 2026 - 13:30 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Swiss; Lionel Messi dan tim nasional Argentina mendapat angin segar pada Kamis (27/8) setelah FIFA mengonfirmasi sanksi individu menyusul insiden di final Piala Dunia 2026. Dalam keputusan penting, FIFA mengabulkan permohonan yang memungkinkan Leandro Paredes, Nahuel Molina, dan Thiago Almada menjalani hukuman larangan bermain mereka pada laga uji coba internasional, bukan hanya di ajang resmi kompetitif.
Setelah kericuhan panas pasca peluit panjang di final Piala Dunia 2026, sejumlah pemain dan staf pelatih Argentina mendapat sanksi berat dari Komite Disiplin FIFA. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sendiri didenda Rp5,1 miliar (total keseluruhan) karena berbagai pelanggaran organisasi, sementara pertengkaran seusai laga mengakibatkan hukuman panjang bagi sejumlah pemain inti.
Untuk sanksi individu, Leandro Paredes mendapat larangan bermain 10 pertandingan dan denda Rp1,4 miliar karena mencengkeram leher Eric Garcia (Spanyol) saat keributan pasca-laga. Nahuel Molina dijatuhi hukuman 7 pertandingan dan denda Rp1,4 miliar usai bentrok dengan Rodri, sedangkan Thiago Almada mendapat larangan 1 pertandingan dan denda Rp478 juta. Asisten pelatih Roberto Ayala juga dikenai larangan mendampingi tim di pinggir lapangan selama 3 pertandingan dengan denda Rp478 juta.
Kemenangan strategis besar bagi Argentina
Sanksi ini awalnya menjadi kendala besar bagi Messi dan Argentina, karena berpotensi menyingkirkan pemain inti dalam beberapa periode pertandingan internasional, mengingat jadwal tim nasional yang terbatas setiap tahunnya. Saat AFA mengajukan banding atas beratnya hukuman, FIFA memberikan keringanan cepat dengan menyetujui perubahan prosedural.
Pada Kamis, 27 Agustus, AFA mengonfirmasi telah mengajukan petisi resmi meminta FIFA mengizinkan hukuman dijalani pada laga uji coba internasional Kelas "A" atau pertandingan resmi CONMEBOL, mana yang lebih dulu terjadwal. Dalam pernyataan resmi, federasi memastikan Komite Disiplin FIFA mengabulkan permohonan tersebut sepenuhnya.
Dengan demikian, alih-alih harus menunggu kualifikasi Piala Dunia 2030 zona CONMEBOL atau Copa America 2028 untuk menjalani hukuman, Paredes, Molina, dan Almada bisa memenuhi sanksi mereka pada pertandingan ekshibisi mendatang di kalender tim nasional.
Setelah kericuhan panas pasca peluit panjang di final Piala Dunia 2026, sejumlah pemain dan staf pelatih Argentina mendapat sanksi berat dari Komite Disiplin FIFA. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sendiri didenda Rp5,1 miliar (total keseluruhan) karena berbagai pelanggaran organisasi, sementara pertengkaran seusai laga mengakibatkan hukuman panjang bagi sejumlah pemain inti.
Untuk sanksi individu, Leandro Paredes mendapat larangan bermain 10 pertandingan dan denda Rp1,4 miliar karena mencengkeram leher Eric Garcia (Spanyol) saat keributan pasca-laga. Nahuel Molina dijatuhi hukuman 7 pertandingan dan denda Rp1,4 miliar usai bentrok dengan Rodri, sedangkan Thiago Almada mendapat larangan 1 pertandingan dan denda Rp478 juta. Asisten pelatih Roberto Ayala juga dikenai larangan mendampingi tim di pinggir lapangan selama 3 pertandingan dengan denda Rp478 juta.
Kemenangan strategis besar bagi Argentina
Sanksi ini awalnya menjadi kendala besar bagi Messi dan Argentina, karena berpotensi menyingkirkan pemain inti dalam beberapa periode pertandingan internasional, mengingat jadwal tim nasional yang terbatas setiap tahunnya. Saat AFA mengajukan banding atas beratnya hukuman, FIFA memberikan keringanan cepat dengan menyetujui perubahan prosedural.
Pada Kamis, 27 Agustus, AFA mengonfirmasi telah mengajukan petisi resmi meminta FIFA mengizinkan hukuman dijalani pada laga uji coba internasional Kelas "A" atau pertandingan resmi CONMEBOL, mana yang lebih dulu terjadwal. Dalam pernyataan resmi, federasi memastikan Komite Disiplin FIFA mengabulkan permohonan tersebut sepenuhnya.
Dengan demikian, alih-alih harus menunggu kualifikasi Piala Dunia 2030 zona CONMEBOL atau Copa America 2028 untuk menjalani hukuman, Paredes, Molina, dan Almada bisa memenuhi sanksi mereka pada pertandingan ekshibisi mendatang di kalender tim nasional.