Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 797 Orang, 3.048 Masih Hilang, Ratusan WNA Jadi Korban
Nabil
Senin, 31 Agustus 2026 - 05:54 WIB
(Dok: Ilustrasi)
LANGIT7.ID-Jakarta; Tim penyelamat di Nepal dan China pada Minggu (30/8) berjibaku menerobos lumpur yang menelan kaki, ancaman sungai yang terus meluap, hingga kemunculan danau baru. Mereka masih mencari ribuan orang yang hilang setelah dinding air dan material longsoran menerjang kawasan Himalaya dan menenggelamkan sejumlah desa.
Data terbaru dari kedua negara mencatat 3.048 orang masih hilang, termasuk ratusan warga negara asing. Sementara itu, 797 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia. Sebagian jenazah bahkan dilaporkan kemungkinan terseret arus hingga ke wilayah India.
Nepal mengatakan telah memulai proses pemakaman terhadap sebagian dari ratusan jenazah yang ditemukan pada Minggu. Sebelum dimakamkan, petugas mengambil sampel DNA agar keluarga korban dapat mengambil jenazah dan menjalankan prosesi pemakaman sesuai tradisi setelah identitas mereka berhasil dipastikan.
Bencana yang terjadi di perbatasan China-Nepal pada Rabu pagi itu dipicu runtuhnya gletser. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), runtuhan tersebut memicu gelombang besar air dan material yang kemudian menerjang wilayah di sepanjang aliran sungai.
Pekerja PLTA Diduga Terjebak di Terowongan
Di Nepal, pasukan militer dan para insinyur juga terus menggali timbunan material pada Minggu untuk mencapai para pekerja pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang diyakini terjebak di dalam sebuah terowongan di proyek PLTA Trishuli 3A.
Upaya penyelamatan dilakukan setelah tim berhasil memasukkan sebuah pipa ke dalam terowongan.
Data terbaru dari kedua negara mencatat 3.048 orang masih hilang, termasuk ratusan warga negara asing. Sementara itu, 797 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia. Sebagian jenazah bahkan dilaporkan kemungkinan terseret arus hingga ke wilayah India.
Nepal mengatakan telah memulai proses pemakaman terhadap sebagian dari ratusan jenazah yang ditemukan pada Minggu. Sebelum dimakamkan, petugas mengambil sampel DNA agar keluarga korban dapat mengambil jenazah dan menjalankan prosesi pemakaman sesuai tradisi setelah identitas mereka berhasil dipastikan.
Bencana yang terjadi di perbatasan China-Nepal pada Rabu pagi itu dipicu runtuhnya gletser. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), runtuhan tersebut memicu gelombang besar air dan material yang kemudian menerjang wilayah di sepanjang aliran sungai.
Pekerja PLTA Diduga Terjebak di Terowongan
Di Nepal, pasukan militer dan para insinyur juga terus menggali timbunan material pada Minggu untuk mencapai para pekerja pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang diyakini terjebak di dalam sebuah terowongan di proyek PLTA Trishuli 3A.
Upaya penyelamatan dilakukan setelah tim berhasil memasukkan sebuah pipa ke dalam terowongan.