Modal Satu Sendok, Kini Sukses Punya 20 Kolam Kultur Daphnia
Mahmuda attar hussein
Selasa, 26 Oktober 2021 - 13:30 WIB
Widia Muhtar pengusaha kutu air dari Bogor. Foto: YouTube Agromaritim
Siapa sangka bahwa daphnia atau kutu air (kutir) memiliki nilai ekonomis yang cukup menguntungkan. Kutir biasanya digunakan oleh pehobi ikan hias sebagai pakan alternatif bagi burayak (anakan ikan).
Peluang itu dimanfaatkan oleh muslim milenial asal Bogor, Widia Muhtar. Ia menyebutkan, kutir digunakan sebagai pakan bagi burayak yang masih seukuran larva.
"Kita sudah hampir dua tahun budi daya daphnia semenjak ikan cupang lagi naik," ujarnya dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga: PMI Manufaktur Indonesia Tertinggi Dibanding 5 Negara Besar ASEAN
Dengan modal sebanyak satu sendok daphnia diawal mencobanya, kini Muhtar sudah memiliki 20 kolam yang digunakannya untuk kultur daphnia.
Menurutnya, daphnia terbilang cepat terkait siklus hidup. Di mana dalam 4-6 hari sudah mampu berkembang biak, yang bisa dipanen dalam waktu 14 hari.
"Ini kita panen dan kita pisahkan ada yang untuk ikan besar dan ada untuk ikan yang masih kecil. Jadi nanti kita sortir," jelasnya.
Peluang itu dimanfaatkan oleh muslim milenial asal Bogor, Widia Muhtar. Ia menyebutkan, kutir digunakan sebagai pakan bagi burayak yang masih seukuran larva.
"Kita sudah hampir dua tahun budi daya daphnia semenjak ikan cupang lagi naik," ujarnya dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga: PMI Manufaktur Indonesia Tertinggi Dibanding 5 Negara Besar ASEAN
Dengan modal sebanyak satu sendok daphnia diawal mencobanya, kini Muhtar sudah memiliki 20 kolam yang digunakannya untuk kultur daphnia.
Menurutnya, daphnia terbilang cepat terkait siklus hidup. Di mana dalam 4-6 hari sudah mampu berkembang biak, yang bisa dipanen dalam waktu 14 hari.
"Ini kita panen dan kita pisahkan ada yang untuk ikan besar dan ada untuk ikan yang masih kecil. Jadi nanti kita sortir," jelasnya.