Langit7, Bogor - Siapa sangka bahwa daphnia atau kutu air (kutir) memiliki nilai ekonomis yang cukup menguntungkan. Kutir biasanya digunakan oleh pehobi ikan hias sebagai pakan alternatif bagi burayak (anakan ikan).
Peluang itu dimanfaatkan oleh muslim milenial asal Bogor, Widia Muhtar. Ia menyebutkan, kutir digunakan sebagai pakan bagi burayak yang masih seukuran larva.
"Kita sudah hampir dua tahun budi daya daphnia semenjak ikan cupang lagi naik," ujarnya dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga: PMI Manufaktur Indonesia Tertinggi Dibanding 5 Negara Besar ASEANDengan modal sebanyak satu sendok daphnia diawal mencobanya, kini Muhtar sudah memiliki 20 kolam yang digunakannya untuk kultur daphnia.
Menurutnya, daphnia terbilang cepat terkait siklus hidup. Di mana dalam 4-6 hari sudah mampu berkembang biak, yang bisa dipanen dalam waktu 14 hari.
"Ini kita panen dan kita pisahkan ada yang untuk ikan besar dan ada untuk ikan yang masih kecil. Jadi nanti kita sortir," jelasnya.
Baca juga: Ini Hukum Transaksi Jual-Beli yang Terdapat Kode UnikSelain untuk kebutuhan lokal, khususnya di daerah Bogor, Muhtar juga bahkan sudah memasarkan hasil panennya sampai ke Jakarta.
![Modal Satu Sendok, Kini Sukses Punya 20 Kolam Kultur Daphnia]()
Ia menyebutkan, harga satu sendok daphnia dihargai Rp10 ribu. Sementara untuk satu gelasnya ia bisa memberikan harga Rp50 ribu.
"Ini sangat menguntungkan dan menjanjikan, karena kulturnya simpel dan tidak ribet. Apalagi paling sedikit kita bisa mendapatkan omzet Rp3 juta setiap bulannya," tambah Muhtar.
(zul)