AS Siapkan Sanksi Bank Iran, Scott Bessent Ancam Bekukan Aset IRGC di Seluruh Dunia
Nabil
Rabu, 02 September 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Ilustrasi)
LANGIT7.ID-Jakarta;Amerika Serikat kemungkinan mengumumkan sanksi terhadap sebuah bank yang terkait dengan Iran pekan ini. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Washington meningkatkan tekanan ekonomi terhadap rezim Iran.
“Kami kemungkinan akan mengumumkan sanksi terhadap sebuah bank pekan ini, dan kami akan mengumumkan satu lagi pada pekan berikutnya. Kami sedang berbicara dengan para sekutu di sini, yang semuanya telah menyatakan dukungan, dan kami mendapat dukungan yang sangat kuat,” kata Bessent.
Berbicara dalam sebuah acara di sela-sela pertemuan para pemimpin keuangan G20 yang diselenggarakan Amerika Serikat di Asheville, North Carolina, Selasa, Bessent mengatakan Washington juga tengah mempertimbangkan sanksi terhadap perusahaan penyewaan pesawat dan entitas lain yang melakukan bisnis dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
“Bisa berupa entitas. Bisa juga perusahaan penyewaan pesawat, yang akan kami periksa. Bisa siapa saja yang melakukan bisnis dengan IRGC. Kami sedang melacak aset-aset milik IRGC,” ujarnya.
“Kami tidak memiliki toleransi sama sekali. Kami akan mencekik rezim ini secara ekonomi.”
Kepada Reuters pada Minggu, Bessent sebelumnya mengatakan Departemen Keuangan AS kemungkinan akan mengumumkan sanksi sekunder baru setiap pekan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran, dengan bank menjadi sasaran awal.
Menurut dia, langkah berikutnya dapat berupa pemutusan akses sebuah institusi secara sepenuhnya dari sistem keuangan berbasis dolar AS.
“Kami kemungkinan akan mengumumkan sanksi terhadap sebuah bank pekan ini, dan kami akan mengumumkan satu lagi pada pekan berikutnya. Kami sedang berbicara dengan para sekutu di sini, yang semuanya telah menyatakan dukungan, dan kami mendapat dukungan yang sangat kuat,” kata Bessent.
Berbicara dalam sebuah acara di sela-sela pertemuan para pemimpin keuangan G20 yang diselenggarakan Amerika Serikat di Asheville, North Carolina, Selasa, Bessent mengatakan Washington juga tengah mempertimbangkan sanksi terhadap perusahaan penyewaan pesawat dan entitas lain yang melakukan bisnis dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
“Bisa berupa entitas. Bisa juga perusahaan penyewaan pesawat, yang akan kami periksa. Bisa siapa saja yang melakukan bisnis dengan IRGC. Kami sedang melacak aset-aset milik IRGC,” ujarnya.
“Kami tidak memiliki toleransi sama sekali. Kami akan mencekik rezim ini secara ekonomi.”
Kepada Reuters pada Minggu, Bessent sebelumnya mengatakan Departemen Keuangan AS kemungkinan akan mengumumkan sanksi sekunder baru setiap pekan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran, dengan bank menjadi sasaran awal.
Menurut dia, langkah berikutnya dapat berupa pemutusan akses sebuah institusi secara sepenuhnya dari sistem keuangan berbasis dolar AS.