home global news

Belajar dari China, DPR Minta Penanganan Karhutla Fokus Pencegahan

Kamis, 03 September 2026 - 12:21 WIB
Belajar dari China, DPR Minta Penanganan Karhutla Fokus Pencegahan

Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mendesak pemerintah agar segera menggeser paradigma penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari pola pemadaman reaktif menjadi tindakan pencegahan sejak awal. Menurutnya, langkah antisipasi dini mutlak diprioritaskan guna menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan lonjakan titik api.

"Prinsip utama itu cegah duluan, baru padamkan. Jangan kebalik. Kalau sudah telanjur besar, biayanya mahal, asapnya ke mana-mana, rakyat yang rugi," tegas Firman, dalam keterangan yang diterima, Kamis (3/9/2026).

Politikus asal Jawa Tengah ini menyarankan Indonesia mengambil pelajaran dari efektivitas manajemen karhutla di China. Negeri Tirai Bambu tersebut dinilai sukses memadukan tiga pilar utama saat menghadapi ancaman kebakaran pada kondisi cuaca ekstrem, yakni pencegahan ketat, pemantauan kilat, serta respons terpadu.

Pilar pertama berfokus pada larangan keras membuka lahan dengan cara dibakar yang diimbangi dengan edukasi ke warga sekitar hutan. Pilar kedua mengandalkan teknologi deteksi dini seperti kamera pengawas 24 jam untuk memantau kemunculan titik api secara real-time.

"Begitu ada titik api, ketahuan hanya dalam 12 menit. Api kecil langsung dipadamkan," ujarnya memaparkan sistem deteksi cepat tersebut.

Sementara pada pilar ketiga, apabila kobar api telanjur membesar, penanggulangan harus dilakukan secara masif melalui operasi darat dan udara menggunakan kombinasi drone, helikopter, serta pengerahan personel dalam jumlah besar.

Firman mencermati keberhasilan mitigasi karhutla di wilayah Chongqing, China, pada 2022 lalu. Kala itu, sinergi lebih dari 20 ribu orang berhasil menaklukan kobaran api dalam rentang 10 hari tanpa menelan korban jiwa.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya